9. Menjadi lebih sinis atau mudah marah

Akhir-akhir ini, kamu lebih mudah kesal pada orang lain? Atau hal-hal kecil yang dulu tidak mengganggu kini justru membuat emosi meledak?

Pada tahap awal, burnout biasanya muncul dalam bentuk mudah tersinggung atau tegang. Seiring waktu, kamu bisa menjadi lebih sensitif, bereaksi berlebihan terhadap situasi tertentu, atau merasa sangat lelah menghadapi interaksi sosial yang biasanya terasa biasa saja.

10. Mulai menarik diri dari lingkungan

Akhir-akhir ini juga semakin sering menolak ajakan bertemu atau mencari alasan untuk menghindari kegiatan sosial?

Menghabiskan waktu sendiri memang penting. Namun, ketika stres berlangsung terus-menerus, keinginan untuk menyendiri bisa berubah menjadi kebiasaan menarik diri dari orang lain. 

Baca Juga: 7 Tanda Burnout Akademik pada Anak dan Cara Orang Tua Mengatasinya

Saat kondisi ini, kamu mungkin mulai jarang membalas pesan, enggan bersosialisasi, atau merasa bertemu orang lain membutuhkan energi yang jauh lebih besar.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat hubungan dengan orang-orang terdekat semakin renggang.

11. Tidak lagi menikmati hal-hal yang dulu disukai

Kehilangan minat pada aktivitas favorit merupakan salah satu tanda burnout yang paling mudah dikenali. Jika menonton film, makan bersama teman, atau melakukan hobi yang dulu menyenangkan kini terasa hambar, mungkin sudah saatnya kamu mengambil jeda.

Meski begitu, kondisi ini juga bisa menjadi gejala depresi. Burnout umumnya muncul akibat stres atau beban berkepanjangan dan dapat membaik ketika sumber stres berkurang. 

Sementara itu, depresi cenderung memengaruhi suasana hati, energi, dan minat pada banyak aspek kehidupan, bahkan tanpa pemicu yang jelas. Perlu diketahui, seseorang juga bisa mengalami burnout dan depresi secara bersamaan.