Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Yuliot, melakukan kunjungan kerja ke Proyek Strategis Nasional (PSN) PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong percepatan penyelesaian proyek energi baru terbarukan yang diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri ESDM beserta jajaran meninjau sejumlah fasilitas utama proyek, meliputi area bendungan (dam), jalur transmisi, lahan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), serta powerhouse. Kegiatan diawali dengan sambutan Presiden Direktur PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), dilanjutkan pemaparan perkembangan proyek, arahan Wakil Menteri ESDM, serta diskusi bersama mengenai percepatan penyelesaian proyek.
Presiden Direktur PT North Sumatera Hydro Energy, Li Xinlu, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Kementerian ESDM yang terus mendorong percepatan pembangunan proyek.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian ESDM atas perhatian dan dukungan berkelanjutan terhadap proyek ini, termasuk melalui fasilitasi berbagai forum koordinasi lintas instansi yang membantu seluruh pihak mendiskusikan berbagai tantangan serta mencari solusi bersama. PLTA Batang Toru akan berperan penting dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sumatera dan mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus mengupayakan penyelesaian proyek ini secepat mungkin," ujar Li Xinlu seperti dikutip, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Datangi Kantor Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Bahas Apa?
Dalam arahannya, Wakil Menteri ESDM menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat penyediaan energi dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya di wilayah Sumatera.
"Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan dan peningkatan keandalan energi secara nasional. Kondisi penyediaan tenaga listrik di Sumatera saat ini memerlukan penguatan melalui percepatan penyelesaian proyek-proyek pembangkit, salah satunya PLTA Batang Toru 510 MW. Dengan keterbatasan ketersediaan energi primer lainnya, kehadiran PLTA Batang Toru yang siap on-grid akan menjadi bagian penting dalam memperkuat pasokan listrik di sistem Sumatera," ujar Yuliot.