Growthmates, abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu lebih memperhatikan perlindungan saluran pernapasan, salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Namun, penggunaan masker dalam waktu lama juga dapat memengaruhi kondisi kulit wajah. Gesekan, kelembapan, serta penumpukan minyak dan kotoran di area yang tertutup masker dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari jerawat, kulit mengelupas, ruam, hingga rasa gatal.

Untuk membantu menjaga kesehatan kulit selama harus lebih sering menggunakan masker, dokter spesialis kulit bersertifikat memberikan sejumlah tips yang dapat diterapkan.

Berikut panduannya, sebagaimana Olenka kutip dari laman American Academy of Dermatology Association (AAD), Jumat (11/9/2026).

1. Bersihkan wajah dan gunakan pelembap setiap hari

Perawatan kulit yang lembut dapat membantu mencegah berbagai masalah akibat penggunaan masker. Saat mencuci wajah, gunakan pembersih yang lembut dan bebas pewangi, kemudian lanjutkan dengan pelembap bebas pewangi yang bersifat non-komedogenik atau tidak menyumbat pori-pori.

Kulit kering merupakan salah satu masalah yang cukup umum ketika seseorang mengenakan masker. Pelembap dapat membantu memberikan lapisan pelindung pada kulit sekaligus mengurangi kekeringan.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, dokter spesialis kulit bersertifikat Carrie L. Kovarik, MD, FAAD, menyarankan penggunaan pelembap yang mengandung ceramide, asam hialuronat (hyaluronic acid), atau dimethicone. Dimethicone juga dapat membentuk lapisan pelindung yang membantu mengurangi iritasi.

Pemilihan tekstur pelembap juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit. Kulit berminyak atau kondisi cuaca panas dan lembap lebih cocok menggunakan pelembap berbentuk gel. Sementara itu, kulit normal atau kombinasi dapat menggunakan losion, sedangkan kulit kering hingga sangat kering dapat memilih krim.

Bagi pemilik kulit berjerawat, pelembap berbentuk gel tetap dapat digunakan selama produk tersebut sesuai dengan kondisi kulit dan bersifat non-komedogenik.

2. Oleskan pelembap sebelum dan sesudah mengenakan masker

Penggunaan pelembap tidak hanya dilakukan setelah mencuci wajah. Pelembap juga dapat digunakan sebelum dan setelah memakai masker, terutama bagi orang yang memiliki kulit kering atau sensitif.

Pelembap membantu menjaga lapisan pelindung kulit sehingga kulit tidak mudah mengalami kekeringan dan iritasi akibat gesekan masker.

3. Lindungi bibir dengan petroleum jelly

Masker juga dapat membuat bibir menjadi lebih kering dan pecah-pecah. Untuk mencegahnya, oleskan petroleum jelly pada bibir setelah mencuci wajah, sebelum mengenakan masker, dan sebelum tidur.

Namun, jika Anda rentan mengalami jerawat, pastikan petroleum jelly hanya diaplikasikan pada bagian bibir dan tidak mengenai area wajah lainnya.

4. Hindari penggunaan makeup saat mengenakan masker

Menggunakan makeup ketika wajah tertutup masker dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat dan memicu munculnya jerawat. Jika tetap perlu menggunakan makeup, pilih produk yang memiliki label 'non-komedogenik' atau tidak menyumbat pori-pori.

5. Jangan mencoba produk perawatan kulit baru yang berpotensi mengiritasi

Penggunaan masker, bahkan dalam waktu singkat, dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif. Karena itu, dokter kulit bersertifikat Daniela Kroshinsky, MD, MPH, FAAD, menyarankan untuk tidak memperkenalkan produk perawatan yang keras ketika kulit sedang sering tertutup masker.

Produk seperti chemical peel, eksfolian, atau retinoid sebaiknya tidak pertama kali digunakan ketika kulit sedang rentan mengalami iritasi.

Jika Anda memang sudah menggunakan retinoid atau retinol, tetap gunakan sesuai rutinitas yang telah dijalani.

"Jika Anda sudah menggunakan retinoid (atau retinol), gunakanlah pada malam hari sebelum tidur dan jangan menambah takaran penggunaannya," saran Kroshinsky.

Baca Juga: Abu Vulkanik Ganggu Kualitas Udara, Ini 5 Makanan yang Bisa Bantu Jaga Kesehatan Paru-paru