Gerakan ini turut mendapat dukungan dari OMRON Healthcare Indonesia. Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan dukungan tersebut sejalan dengan visi global OMRON, “Going for Zero”, yang mendorong upaya pencegahan untuk menekan risiko komplikasi stroke dan serangan jantung melalui deteksi dini serta pemantauan kesehatan secara berkala.

“Sejalan dengan visi ‘Going for Zero’, OMRON percaya bahwa pencegahan penyakit kardiovaskular perlu dimulai dari kesadaran dan langkah nyata yang dapat dilakukan setiap hari. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan perangkat kesehatan, tetapi juga membangun ekosistem yang dapat mendukung masyarakat dalam memantau dan menjaga kesehatan jantung secara berkelanjutan,” ungkap Tomoaki Watanabe.

Pemantauan kesehatan secara rutin dinilai semakin penting, terutama untuk mengenali faktor risiko kardiovaskular seperti hipertensi dan gangguan irama jantung, termasuk Atrial Fibrillation (AFib). OMRON pun terus mengembangkan solusi pemantauan kesehatan yang dapat digunakan masyarakat secara mandiri di rumah.

Marketing Manager OMRON Healthcare Indonesia, Fanny Himawan, mengatakan, pemantauan kesehatan perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

“Melalui semangat ‘Keep On, Life On’, kami ingin membantu masyarakat menjadikan pemantauan kesehatan sebagai bagian dari keseharian. OMRON menghadirkan berbagai solusi, mulai dari tensimeter dengan teknologi IntelliSense AFib® hingga perangkat Home EKG (elektrokardiogram) yang dapat membantu pengguna memantau tekanan darah dan irama jantung serta mengenali kemungkinan AFib,” kata Fanny.

Dukungan terhadap kampanye juga datang dari PERKI. Ketua Pengurus Pusat PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi bersama YJI dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit jantung.

“Jantung sehat dimulai dari mencegah dan deteksi dini,” tukas Ade.

Menurutnya, penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia. Namun, sejumlah faktor risiko dapat dicegah dan dikendalikan melalui perubahan gaya hidup serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Karena itu, pada momentum Hari Jantung Sedunia 2026 ini, kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memulai pola hidup sehat, aktivitas fisik teratur, mengendalikan tekanan darah, kolesterol, gula darah, berhenti merokok, menjaga berat badan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya penyakit untuk mulai memperhatikan kesehatan jantung.

“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan jantung. Keren itu mencegah dan mendeteksi penyakit sejak dini,” tutupnya.

Kampanye ‘Don’t Miss A Beat’ turut diperkuat oleh Icon Yayasan Jantung Indonesia, Ayu Dewi. Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan berbagai sinyal yang diberikan tubuh dan memulai kebiasaan sehat dari hal-hal sederhana.

“Jangan abaikan tanda-tanda kecil dari tubuh ya. Mulai dari langkah kecil: periksa tekanan darah, rutin olahraga, kurangi gula dan garam,” pesannya.

Ayu juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Hari Jantung Sedunia 2026, termasuk Fashion Nation 20th Edition pada 25 September dan World Heart Day Run 2026 pada 27 September.

Ia berharap gerakan tersebut dapat mendorong lebih banyak orang mengambil peran dalam menjaga kesehatan jantung sekaligus mendukung anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga pra-sejahtera.

“Yuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, karena setiap detak jantung berharga,” tutupnya.

Baca Juga: YJI Dukung Program Wanita Indonesia Tanpa Tembakau