Anak-anak Buffett Mewarisi Tanggung Jawab Besar

Menjadi anak Warren Buffett ternyata tidak otomatis berarti mendapatkan akses ke kekayaan senilai ratusan miliar dolar.

Sebaliknya, mereka justru akan menghadapi pekerjaan yang tidak ringan.

Ketiga anak Buffett harus bekerja sama dalam menentukan bagaimana dana yang sangat besar tersebut digunakan untuk kegiatan amal. Dalam rancangan yang pernah dijelaskan Buffett, keputusan penting harus mendapat persetujuan mereka secara bulat.

Jika salah satu dari mereka tidak lagi dapat menjalankan tugasnya, mekanisme pengganti juga telah disiapkan.

Dengan kata lain, Buffett ingin memastikan bahwa kekayaannya tidak hanya berpindah tangan, tetapi juga tetap dikelola dengan hati-hati.

Ketiga anaknya pun sebenarnya telah memiliki pengalaman dalam menjalankan kegiatan filantropi. Buffett pernah menjelaskan bahwa mereka sudah terbiasa menyalurkan dana dalam jumlah besar melalui yayasan masing-masing.

Karena itu, menurutnya, mereka tidak membutuhkan perlakuan khusus hanya karena merupakan anak seorang miliarder.

Tugas mereka sederhana dalam konsep, tetapi sangat besar dalam praktik: memastikan kekayaan Buffett digunakan secara bertanggung jawab untuk kepentingan orang lain.

Jika anak-anak Buffett mendapat tanggung jawab besar, bagaimana dengan cucu-cucunya? Di sinilah prinsip Buffett menjadi semakin tegas.

Buffett tidak menginginkan kekayaannya menjadi semacam rantai warisan yang terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ia khawatir kekayaan yang terlalu besar justru dapat menghilangkan motivasi, kreativitas, dan kemandirian generasi berikutnya.

Karena itu, menjadi cucu Warren Buffett tidak otomatis berarti mendapatkan trust fund bernilai fantastis, posisi di perusahaan keluarga, atau akses langsung terhadap kekayaan sang kakek.

Pandangan Buffett terhadap warisan memang berbeda dari konsep dinasti kekayaan yang umum ditemui di keluarga-keluarga superkaya.

Baginya, kekayaan seharusnya menjadi alat untuk menciptakan kesempatan, bukan tiket untuk hidup tanpa perlu berusaha.

Filosofi Buffett mengenai warisan ini pun sebenarnya sudah ia ungkapkan selama bertahun-tahun.

Ia ingin anak-anaknya mempunyai kebebasan finansial untuk mengejar apa yang mereka sukai, seperti mendirikan bisnis, menjalani profesi tertentu, mengejar minat pribadi, atau sekadar menjalani kehidupan yang nyaman.

Namun, ia tidak ingin uang dalam jumlah luar biasa besar membuat mereka kehilangan alasan untuk bekerja dan berkembang.

Baca Juga: 4 Prinsip Keuangan Warren Buffett yang Bisa Bantu Anda Jadi Lebih Kaya