Growthmates, siapa bilang menjadi kaya harus dimulai dari gaji selangit atau modal investasi besar?

Di tengah tren mengejar keuntungan cepat, investor legendaris Warren Buffett justru menawarkan pendekatan yang jauh lebih sederhana, yakni membangun kekayaan lewat kebiasaan finansial yang disiplin, konsisten, dan berorientasi jangka panjang.

Menurut Buffett, penghasilan besar bukan satu-satunya penentu kesuksesan finansial.

Cara seseorang mengelola uang, menghindari utang berbunga tinggi, meningkatkan kemampuan diri, serta memberi waktu bagi investasi untuk bertumbuh justru dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kekayaan.

Bahkan, bagi masyarakat kelas menengah, langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar seiring berjalannya waktu.

Lantas, kesalahan finansial apa saja yang sebaiknya dihindari jika ingin mengikuti prinsip Buffett?

Dikutip dari Business Today, Selasa (18/8/2026), berikut sejumlah nasihat Warren Buffett yang dapat menjadi panduan untuk membangun kekayaan jangka panjang.

1. Menabung Sebelum Membelanjakan Uang

Salah satu prinsip keuangan yang kerap dikaitkan dengan Buffett adalah pentingnya menyisihkan uang sebelum mulai membelanjakannya.

Alih-alih menggunakan seluruh penghasilan untuk kebutuhan dan kemudian menabung apa yang tersisa di akhir bulan, seseorang dapat membalik urutannya.

Sebagian penghasilan langsung dialokasikan untuk tabungan atau investasi begitu gaji diterima, sementara sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Kebiasaan tersebut membuat menabung menjadi bagian dari anggaran utama, bukan sekadar aktivitas yang dilakukan jika masih memiliki uang.

Jumlah yang disisihkan tidak harus besar sejak awal. Yang lebih penting adalah konsistensi dan kesempatan bagi uang tersebut untuk berkembang dalam jangka panjang.

2. Investasikan Diri Sebelum Mengejar Investasi Besar

Bagi Buffett, salah satu investasi terbaik yang dapat dilakukan seseorang adalah meningkatkan kemampuan dirinya sendiri.

Mengembangkan keterampilan, meningkatkan kualifikasi, mengikuti sertifikasi profesional, atau memperbaiki kemampuan komunikasi dapat membuka peluang untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.

Ketika kemampuan menghasilkan uang meningkat, ruang untuk menabung dan berinvestasi pun semakin besar. Karena itu, sebelum sibuk mencari instrumen investasi yang mampu memberikan keuntungan tinggi, seseorang sebaiknya memastikan bahwa modal terbesarnya, yakni kemampuan dirinya sendiri, terus berkembang.

Dengan kata lain, meningkatkan nilai diri dapat menjadi fondasi untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Bukan Ikut Tren, Ini Prinsip Investasi Warren Buffett dan Sam Altman untuk Cari Cuan Besar