Menurut CNBC, Buffett menilai, meningkatnya unsur perjudian di pasar keuangan dapat mengganggu pembentukan harga yang wajar sehingga semakin sulit menemukan perusahaan dengan valuasi yang benar-benar menarik untuk diinvestasikan.
Karena itu, ia mengingatkan investor agar tetap disiplin dan tidak mudah terbawa arus ketika mayoritas pelaku pasar hanya mengejar keuntungan instan.
Pesan tersebut sejalan dengan filosofi investasi Buffett yang telah ia pegang selama puluhan tahun.
Selama berbagai periode booming pasar sebelumnya, ia konsisten menekankan pentingnya memilih perusahaan berkualitas dengan fundamental yang kuat, arus kas yang sehat, manajemen yang baik, serta membeli saham pada harga yang masuk akal.
Meski telah mengundurkan diri sebagai CEO Berkshire Hathaway pada akhir 2025 setelah memimpin perusahaan selama sekitar enam dekade, pandangan Buffett masih menjadi acuan bagi investor global.
Sejak Januari 2026, posisi CEO Berkshire Hathaway dipegang oleh Greg Abel, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Berkshire Hathaway untuk operasi nonasuransi, sementara Buffett tetap menjabat sebagai ketua perusahaan.
Pengunduran dirinya dari posisi CEO tidak mengurangi perhatian publik terhadap pandangannya mengenai kondisi pasar.
Dan, komentar terbarunya menjadi pengingat bahwa di tengah tingginya antusiasme terhadap saham-saham AI dan perdagangan jangka pendek, investor tetap perlu mengutamakan analisis fundamental dibanding sekadar mengejar keuntungan cepat.