Wakil Ketua Komisi XII DPR, Putri Zulkifli Hasan, mewanti-wanti krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah perang Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS) yang berbuntut penutupan Selat Hormuz yang membuat pengiriman pasokan minyak dari Timur Tengah terhambat.

Putri Zulkifli Hasan mengatakan konsumsi BBM pada periode Idul Fitri 2026 ini bakal melonjak tajam, untuk itu dia meminta pemerintah menyiapkan skema untuk mengantisipasi krisis BBM jelang lebaran.  

Baca Juga: Jadi Urat Nadi Arteri Energi Dunia, Seberapa Penting Selat Hormuz Bagi Ekonomi Global?

"Apalagi kita sekarang sebentar lagi akan memasuki Lebaran, sehingga biasanya memang ada peningkatan untuk BBM dan lain sebagainya. Ini memang harus kita antisipasi bersama," kata Putri dilansir Rabu (4/3/2026).

"Kita sama-sama menyaksikan ketegangan antara Amerika dengan Iran, dampaknya salah satunya adalah penutupan Selat Hormuz yang mana ini merupakan salah satu jalur vital, 20 persen pasokan minyak dan gas dunia itu melewati Selat Hormuz," tambahnya. 

Putri menilai, kenaikan harga minyak dunia sudah mulai terlihat dan perlu diantisipasi agar tidak menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada pos subsidi energi.

"Kalau kenaikan nanti tentu berdampak kepada APBN kita seperti itu," tegasnya.

Putri menekankan, fokus utama saat ini adalah memastikan stok BBM nasional tetap aman dan harga energi tidak melonjak tajam di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

"Karena yang dikhawatirkan dengan adanya ketegangan ini nanti Selat Hormuz-nya ditutup belum tentu sampai kapan. Kita tentu berharap jangan sampai nanti ada kenaikan," pungkasnya.

Cadangan BBM untuk 20 Hari

Sementara itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mematikan saat ini cadangan BBM nasional masih pada level aman. Dia mengatakan cadangan BBM yang tersedia sekarang ini cukup untuk 20 hari. 

"Masih cukup, cadangan BBM nasional kita masih aman untuk 20 hari ke depan," ungkap Bahlil dilansir Selasa (3/3/2026).

Bahlil mengakui eskalasi Timur Tengah yang terus meningkat jelas berdampak pada pasar global, harga minyak  mengalami guncangan. Kendati begitu dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir sebab pemerintah masih terus mencari solusi jika ketegangan Iran tak kunjung mereda. 

“Harga (minyak) dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah," jelasnya.

Baca Juga: Perang Iran-Israel dan AS Makin Genting, Indonesia Diminta Dorong PBB Gelar Sidang Luar Biasa

Guna merumuskan langkah alternatif yang matang dalam menghadapi ketidakpastian ini, Kementerian ESDM akan segera berkoordinasi dengan lintas lembaga. 

"Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN). Setelah itu, baru saya akan menyampaikan hasil analisa dan kajian komprehensif dari DEN," tambah Bahlil.