Otoritas Iran telah memberikan izin kepada sejumlah negara untuk melintasi Selat Hormuz yang telah mereka blokade selama dua bulan belakangan imbas perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Harus diakui Selat Hormuz menjadi salah satu jalur perdagangan dunia yang punya peran krusial, sekitar 20 persen minyak mentah dunia diangkut melewati jalur tersebut. Penutupan jalur ini membuat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) melonjak di sejumlah negara.
Baca Juga: Trump Sebut AS Tak Butuh Selat Hormuz
Kekinian Iran telah mengizinkan kapal-kapal dari sejumlah negara untuk melintasi kawasan ini, namun di sisi lain otoritas negara itu masih melarang sejumlah kapal dari negara-negara yang dianggap berkawan dengan AS dan Israel.
Sebagaimana yang diberikan Kantor Berita Rusia Sputnik, Iran telah mengizinkan kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak untuk melewati Selat Hormuz.
Setelah itu ada Turki dan Spanyol yang juga belakangan mengantongi izin setelah melakukan negosiasi khusus. Negara lainnya yang diizinkan setelah melakukan koordinasi adalah Thailand, Sri Lanka, Malaysia, Korea Selatan, dan Bangladesh.
Bagaimana Nasib Indonesia?
Hingga hari ini, Indonesia masih belum mengantongi izin untuk melintas di Selat Hormuz, imbasnya kapal-kapal pengangkut minyak mentah dari kawasan Timur Tengah terblokade, mereka tidak bisa keluar dari sana menuju Tanah Air. Ada dua kapal tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro milik PT Pertamina yang masih tertahan di sekitar Selat Hormuz.
Sejauh ini pemerintah masih putar otak mencari cara untuk mengeluarkan kapal-kapal tersebut. PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sedang mencari cara yang pas untuk membawa pulang kapal-kapal tersebut.
“Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kemenlu dan secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” ucap Vega Pita selaku Manager of Corporate PIS dilansir Selasa (7/4/2026).
Pemerintah Indonesia mengklaim, negosiasi yang dilakukan dengan otoritas Iran berjalan lancar, bahkan mereka telah memberi sinyal positif.
"Ini masih dibicarakan, masih dinegosiasi. Ada sinyal positif, kita lihat nanti eksekusinya seperti apa," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono.
Setelah mendapatkan respons ini, pihak-pihak terkait langsung sigap menindaklanjuti persoalan ini termasuk langkah-langkah prosedur yang harus dijalankan sehingga masih belum ada waktu yang pasti mengenai lolosnya kedua kapal tersebut untuk keluar dari Selat Hormuz.
Baca Juga: Negosiasi Alot, Kapal Pertamina Sukar Keluar dari Selat Hormuz
Selain memastikan kondisi kapal untuk dapat melintasi Selat Hormuz, pemerintah juga terus berkoordinasi terkait kondisi keselamatan awak kedua kapal tanker tersebut.