Pemerintah RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan mental sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem kesehatan nasional.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, Ph.D., saat menjadi keynote speech di acara Webinar Tech, Safety, Mental Health and Community for a Resilient Future yang digelar Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, di kampus UI Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

Prof. Dante mengungkapkan bahwa tantangan kesehatan mental di Indonesia masih tergolong serius. Angka bunuh diri (suicide) masih tergolong tinggi, dan gangguan kesehatan mental juga banyak dialami kelompok usia muda.

“Kita masih melihat tingginya angka suicide di Indonesia. Sekitar 2 persen anak-anak usia di atas 15 tahun mengalami depresi, sebagian juga mengalami psikosis. Bahkan 4 dari 1.000 keluarga memiliki anggota keluarga dengan masalah kesehatan mental,” jelas Prof. Dante.

Menurut Prof. Dante, penanganan kesehatan mental tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses transisi yang matang serta pendekatan yang cerdas dan adaptif.

“Pendekatan ini tidak bisa dilakukan secara langsung, kadang-kadang butuh transisi dan butuh effort yang cerdas,” tegasnya.

Adapun, salah satu strategi utama Kementerian Kesehatan dalam memperluas akses layanan kesehatan mental adalah melalui pemanfaatan teknologi digital. Prof. Dante menjelaskan, pendekatan digital mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini tertutup dan enggan menyampaikan masalahnya secara langsung.

“Dengan model digital, mereka yang biasanya tertutup untuk mengungkapkan masalahnya ke orang lain, ini akan jauh lebih baik,” ungkapnya.

Sebagai wujud konkret, Kemenkes telah meluncurkan layanan Healing 119, sebuah kanal layanan kesehatan mental yang dapat diakses masyarakat secara gratis melalui WhatsApp maupun sambungan telepon.

“Di dalam Healing 119 mereka boleh WhatsApp, mereka boleh telepon secara gratis, sehingga mereka bisa curhat,” kata Prof. Dante.

Menurut Prof. Dante, respons masyarakat terhadap layanan ini terbilang sangat tinggi. Dalam waktu hanya tiga bulan, jumlah akses sudah melampaui 10.000 kunjungan.

“Dalam waktu tiga bulan saja, kunjungannya sudah 10.000 lebih. Bayangkan, itu adalah mereka-mereka yang benar-benar curhat dan memiliki masalah di dalam dirinya,” terangnya.

Baca Juga: L’Oréal Indonesia Gaungkan Pentingnya Kesehatan Mental

Kesehatan Mental Sebagai Syarat Kesehatan Holistik

Prof. Dante menegaskan bahwa kesehatan mental kini menjadi salah satu syarat utama dalam konsep kesehatan holistik. Menurutnya, kesehatan tidak lagi hanya diartikan sebagai bebas dari penyakit fisik semata.

“Kesehatan holistik itu adalah kesehatan fisik, mental, dan sosial. Dengan pendekatan seperti ini, kesehatan mental bisa kita selesaikan untuk masa ini,” jelasnya.

Ia juga menyoroti relevansi besar antara isu kesehatan mental dengan perkembangan teknologi digital, khususnya di kalangan anak dan remaja. Data menunjukkan bahwa sekitar 80 persen anak usia 7–17 tahun telah menggunakan gawai.

“Teman-teman bisa lihat, yang menggunakan gadget itu anak dari umur 7 sampai 17 tahun kira-kira 80 persen, dan di antaranya sudah mengalami kendala dalam kesehatan mentalnya,” ungkap Prof. Dante.

Karena itu, transformasi edukasi kesehatan mental dari metode konvensional ke digital dinilai menjadi terobosan penting untuk menjawab tantangan zaman.

“Dengan memindahkan area edukasi yang konvensional menjadi digital, mudah-mudahan ini menjadi salah satu terobosan untuk melakukan intervensi kesehatan mental di masa yang lebih tepat,” tambahnya.

Dikatakan Prof. Dante, layanan Healing 119 juga diperkuat dengan dukungan tenaga profesional, mulai dari psikolog hingga tenaga medis yang siap memberikan respons cepat terhadap aduan masyarakat.

“Setelah mereka curhat, ada jawabannya. Ada konsultasi psikolog, diolah oleh psikolog dan tenaga medik. Kita sudah stand by di Kementerian Kesehatan,” jelas Prof. Dante.

Masyarakat dapat mengakses layanan ini melalui situs 119.id, yang selanjutnya akan dipandu untuk terhubung lewat WhatsApp atau sambungan telepon secara langsung.

Melalui penguatan layanan digital ini, kata Prof. Dante, Kemenkes berharap stigma terhadap kesehatan mental semakin berkurang dan masyarakat semakin berani mencari bantuan.

Prof. Dante menutup dengan optimisme bahwa integrasi kesehatan mental dalam sistem kesehatan nasional akan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya kesehatan holistik masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Isu Kesehatan Mental Bawa 'Hello Sister' dan 'Lagi Liburan Films' Juara, Siap Tampil di Panggung Internasional