Growthmates, dalam dunia kerja, menjalankan tugas sesuai tanggung jawab memang penting. Namun, menurut Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk periode 2017–2024, Vidjongtius, ada sikap lain yang dapat membuka peluang lebih besar dalam perjalanan karier, yakni keberanian untuk mengambil peran dan tanggung jawab lebih.
Vidjongtius menilai, karyawan yang tidak ragu terlibat dalam proyek, mau belajar hal baru, serta bersedia bekerja sama dengan orang lain memiliki kesempatan untuk berkembang lebih jauh. Baginya, kesediaan untuk “mau repot” bukan berarti sekadar menambah beban pekerjaan, melainkan menunjukkan kemauan untuk mengambil kesempatan dan terus mengembangkan diri.
Vidjongtius menjelaskan bahwa dalam sebuah organisasi, tim inti atau core team tidak selalu terdiri dari orang yang sama. Terlebih, ketika perusahaan memiliki beragam portofolio bisnis, anggota tim dapat berasal dari berbagai bagian dan bekerja lintas fungsi.
“Itulah yang kita bilang tadi, core team itu tidak satu orang, core team itu sebenarnya beberapa orang. Karena kita itu terjadi portfolio bisnis yang berbeda-beda, jadi core team-nya itu bisa cross. Sehingga tanggung jawab suatu proyek itu relatif bisa dibagi ke banyak orang,” terang Vidjongtius, saat ditemui Olenka di Jakarta, belum lama ini.
Dijelaskan Vidjongtius, pola tersebut juga dapat menciptakan pemerataan kesempatan bagi karyawan untuk terlibat dan merasakan pengalaman dalam berbagai proyek. Pada akhirnya, kata dia, sistem seperti ini dapat membuka ruang bagi mereka yang berani mengambil tanggung jawab tambahan untuk mengembangkan karier.
“Itu ada pemerataan sehingga semua akan menikmati proyek. Kembali lagi, by system, orang yang berani ambil proyek, potensi untuk jenjang karier yang lebih tinggi itu selalu terbuka,” katanya.
Vidjongtius bahkan memiliki prinsip sederhana ketika melihat karyawan yang bersedia mengambil tanggung jawab lebih.
Ia percaya, seseorang yang tidak takut menghadapi tantangan dan bersedia mengerjakan hal-hal di luar rutinitas memiliki modal penting untuk berkembang ke jenjang berikutnya.
“Saya selalu kasih contoh, seorang manager yang mau repot, saya percaya orang itu akan sukses di jenjang berikutnya,” ujar Vidjongtius.
Baca Juga: Vidjongtius Ungkap Gaya Kepemimpinannya di Kalbe Farma: Partisipatif dan Banyak Mendengarkan
Menurut Vidjongtius, istilah ‘mau repot’ memiliki makna yang luas. Sikap tersebut dapat terlihat dari kemauan seseorang untuk terus belajar, mencari informasi tambahan, hingga membangun kolaborasi dengan orang lain.
“Karena saya sudah lewati masa itu. Mau repot itu artinya banyak. Apakah you mau belajar enggak? Mau cari informasi tambahan enggak? Mau kerja sama dengan orang lain enggak? Itu mau repot,” tuturnya.
Ia juga mengaitkan sikap tersebut dengan konsep jemput bola, yaitu kemauan seseorang untuk tidak hanya menunggu pekerjaan atau kesempatan datang, tetapi aktif mengambil inisiatif.
“Jadi istilah jemput bola itu mau repot,” katanya.
Bagi Vidjongtius, budaya tersebut juga perlu dibangun melalui keteladanan. Karena itu, ia menekankan pentingnya prinsip lead by example, terutama ketika seorang pemimpin ingin mendorong timnya untuk berani mengambil peran lebih besar.
“Kembali lagi, saya senang sekali dengan namanya lead by example. Karena contoh itu nyata,” ujar Vidjongtius.
Dikatakannya, ketika karyawan melihat contoh nyata dari lingkungan kerja dan pemimpinnya, keberanian untuk mengambil tantangan dapat tumbuh dengan sendirinya. Hal tersebut salah satunya tercermin dari karyawan yang justru antusias ketika mendapatkan kesempatan masuk ke proyek baru.
“Jadi contoh-contoh ini yang menjadi satu bukti, seorang, malah orang tidak menolak proyek. Orang, kapan saya ke bagian proyek baru?” katanya.
Vidjongtius menambahkan, pola pikir positif semacam itu masih ia lihat pada talenta-talenta yang berada di Kalbe.
Baginya, kemauan untuk belajar, mengambil tanggung jawab, dan terlibat dalam berbagai proyek merupakan bagian penting dari proses seseorang dalam membangun pengalaman serta membuka peluang karier.
Baca Juga: Vidjongtius Ungkap Strategi Kalbe Farma Mendorong Inovasi dan Ekspansi