Matahari Department Store mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2025. Per Maret 2025, Matahari meraih total penjualan sebesar Rp4,6 triliun. Nilai tersebut setara dengan kenaikan 24,6% dari tahun sebelumnya, terutama disebabkan oleh pergeseran waktu periode lebaran.
Matahari mencatat, margin kotor meningkat menjadi 35,4% karena didukung oleh berbagai macam produk yang lebih baru. EBITDA naik 66,1% menjadi Rp863 miliar didorong oleh pergeseran Lebaran, sementara biaya operasional tetap stabil. Laba Bersih tumbuh menjadi Rp643 miliar, didukung lebih rendahnya biaya pembiayaan.
Monish Mansukhani, CEO Matahari, menyatakan bahwa kinerja kuartal pertama kami mencerminkan tantangan pasar saat ini, terutama dampak dari lesunya belanja konsumen selama musim lebaran.
Baca Juga: Tren Perlambatan Belanja Konsumen Berlanjut, Laba Bersih Matahari Tetap Naik 22,5%
"Meskipun menghadapi tantangan ini, kami tetap fokus untuk memperkuat model operasi kami guna menghadirkan ragam produk yang berfokus pada pelanggan dan memastikan saluran penjualan kami terus diminati pelanggan kami," pungkasnya, dilansir Senin, 5 Mei 2025.
Matahari terus menjalankan prioritas strategisnya yang bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas. Upaya tersebut meliputi optimalisasi gerai, yang difokuskan pada peningkatan produktivitas ruang dan efisiensi tenaga kerja, serta peningkatan pengadaan dengan merampingkan operasinya untuk menurunkan biaya produk.
Pengembangan berbagai macam barang juga tetap menjadi prioritas utama bagi Perseroan. Inisiatif tersebut meliputi kolaborasi dengan vendor konsinyasi untuk memperkuat koleksi dan merekrut merek-merek baru. Merek-merek eksklusif Perseroan, SUKO dan ZES, mendapatkan momentum dengan SUKO mencapai pertumbuhan 73% selama periode Lebaran, didukung oleh peluncuran SUKO GO. SUKO juga berencana untuk memasuki segmen anak-anak di akhir tahun. Ekspansi ke kategori-kategori baru, seperti kategori Home and Living juga sedang berlangsung.
Inisiatif omnichannel difokuskan pada perluasan keterjangkauan ragam produk dan peningkatan keterlibatan digital. Hal ini akan dicapai melalui program pelibatan vendor konsinyasi dan strategi pemenuhan pesanan dari gerai untuk marketplace pihak ketiga, serta meningkatkan keterlibatan pelanggan melalui inisiatif livestreaming dan program loyalitas.