Cara masyarakat Indonesia menikmati camilan terus mengalami perubahan. Jika dulu camilan identik sebagai pengganjal lapar atau bekal sekolah, kini camilan telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, mulai dari teman bekerja, belajar, hingga menemani momen berkumpul bersama keluarga dan sahabat.

Perubahan kebiasaan tersebut turut mendorong pelaku industri makanan ringan untuk terus berinovasi. Memasuki usia ke-25 tahun, Gery, salah satu merek biskuit dan wafer di bawah naungan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), menegaskan komitmennya menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen melalui semangat "Level Up, Grow Stronger".

Kebiasaan menikmati camilan terus berubah

Seiring perubahan gaya hidup, cara masyarakat menikmati camilan pun terus berkembang. Jika dahulu camilan identik sebagai teman mengganjal lapar atau bekal sekolah, kini camilan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, mulai dari sumber energi di sela aktivitas hingga pelengkap momen kebersamaan bersama keluarga dan teman.

Baca Juga: Rayakan 25 Tahun, Gery Tunjuk Iqbaal Ramadhan sebagai Brand Ambassador

Berdasarkan NIQ Indonesia Mid Year Consumer Outlook Guide 2025, sebanyak 91% konsumen global mengonsumsi setidaknya satu camilan setiap hari, sementara 50% konsumen FMCG di Indonesia mengonsumsi lebih dari dua kategori camilan.

Memahami berbagai kebutuhan sesuai waktu menikmati camilan, Gery terus memperluas portofolio produknya agar dapat dinikmati di berbagai kesempatan. Saat ini, Gery memiliki 37 produk dari berbagai kategori, seperti malkist, snack sereal, biskuit kentang, enrobed wafer, hingga confectionery.

Sejumlah produknya bahkan menciptakan kategori baru di industri camilan, di antaranya Gery Choco Roll (2001) yang menjadi pionir kemasan ekonomis eceran seharga Rp500, Gery Meises (2004), Gery Butter Cookies (2007), pionir kategori enrobed malkist melalui Gery Saluut Malkist (2012), Gery Snack Cereal (2017), hingga Gery Biskuit Kentang (2025).