‎Kemudian, untuk mendukung pengalaman trading yang optimal, Pintu Futures dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan. 

‎Sejumlah fitur tersebut mencakup advanced order type, initial margin buffer, adjustable leverage hingga 25x, price protection, serta fitur Take Profit dan Stop Loss.

‎Tak hanya itu, pilihan aset yang tersedia juga tergolong luas. Saat ini, pengguna Pintu Futures dapat melakukan perdagangan pada lebih dari 180 aset kripto, memberikan fleksibilitas lebih dalam diversifikasi strategi trading.

‎Sebagai upaya mendorong adopsi pengguna baru, PINTU juga menghadirkan program insentif bagi trader pemula di Pintu Futures. 

‎“Untuk terus mendorong peningkatan trading di Pintu Futures, kami memberikan reward dalam bentuk stablecoin USDT hingga Rp2 juta bagi pengguna PINTU yang melakukan trading pertama kali di Pintu Futures,” ungkap Iskandar.

‎Ia pun optimistis, berbagai inisiatif dan inovasi produk yang dihadirkan dapat semakin menarik minat masyarakat.

‎“Kami optimis, berbagai inisiatif dan produk inovatif yang kami hadirkan, dapat terus menarik minat masyarakat Indonesia terhadap perdagangan derivatif crypto menggunakan aplikasi yang terdaftar resmi di Indonesia,” ujarnya.

‎Sebagaimana dikutip dari Coinglass, sepanjang tahun 2025 total nilai perdagangan derivatif kripto secara global mencapai US$85,70 triliun atau setara sekitar Rp1.445 kuadriliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya skala pasar derivatif kripto di tingkat global.

‎Sementara itu, di tingkat nasional, ruang pertumbuhan masih terbuka lebar. Berdasarkan data dari bursa kripto CFX, total perdagangan derivatif kripto di Indonesia pada periode September 2024 hingga September 2025 baru mencapai Rp73,8 triliun.

‎Menutup pernyataannya, Iskandar mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko yang melekat pada perdagangan derivatif kripto.

‎“Masyarakat secara umum pasti sudah mengetahui bahwa derivatif crypto bersifat high risk high return. Untuk itu, persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan trading futures crypto, perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR) karena semua keputusan investasi atau trading adalah tanggung jawab setiap trader atau investor,” tutupnya.

Baca Juga: Pintu Year-End Trading Competition 2025 Resmi Bergulir, Volume Transaksi xStocks Melonjak hingga 551 Persen