4. Atur Waktu Layar dengan Bijak

Negosiasi soal screen time kerap menjadi tantangan di banyak keluarga, terutama pada malam hari. Untuk membantu mengatur kebiasaan digital yang sehat, tersedia fitur pengingat waktu istirahat setelah penggunaan media sosial selama satu jam.

Selain itu, Mode Tidur dapat aktif otomatis pada pukul 22.00 hingga 07.00, mematikan notifikasi dan mengirim balasan otomatis agar remaja tidak terganggu saat waktu istirahat.

Orang tua juga dapat memanfaatkan fitur pengawasan untuk menetapkan batas waktu penggunaan atau memblokir akses di waktu tertentu, seperti saat belajar, makan bersama keluarga, atau menjelang tidur.

5. Jaga Komunikasi Tetap Terbuka

Dunia digital terus berkembang, sehingga diskusi mengenai keamanan internet perlu diperbarui seiring pertumbuhan usia remaja. Hal yang relevan bagi anak usia 13 tahun belum tentu sesuai ketika mereka beranjak 16 tahun.

Karena itu, komunikasi di rumah perlu ikut berkembang mengikuti perubahan dunia digital mereka. Orang tua juga dapat memanfaatkan berbagai materi edukasi dari pusat informasi keluarga seperti Family Center Education Hub untuk memperkaya pemahaman mengenai keamanan digital.

Peran Orang Tua Tetap yang Utama

Berbagai fitur keamanan kini membantu melindungi aktivitas remaja di media sosial, mulai dari siapa yang dapat menghubungi mereka hingga bagaimana mereka menghabiskan waktu online. Namun, perlindungan paling kuat tetap berasal dari hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.

Dengan terus membangun komunikasi, memahami dunia digital remaja, dan menjadi tempat pertama yang mereka tuju saat menghadapi masalah online, orang tua dapat membantu anak menjelajahi internet dengan lebih aman dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Perlindungan Anak di Era Digital Butuh Kolaborasi