Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik mengaku pihaknya segera berbenah untuk mengangkat kembali  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ambruk sejak beberapa waktu lalu. 

Pernyataan itu merespons Presiden Prabowo Subianto yang disebut-sebut murka setelah mendengar saat mendengar peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu ambruknya IHSG. 

Baca Juga: Golkar Bicara Sosok Cawapres Prabowo di Pilpres 2029

Menurut Jeffrey Hendrik respons Prabowo menjadi peringatan keras bagi pihaknya. Untuk  kata dia BEI tak bakal buang-buang waktu segala upaya untuk mendongkrak IHSG bakal dilakukan lewat berbagai gerakan. 

"Oh iya tentu itu jadi peringatan bagi kami untuk bisa secara lebih cepat lagi melakukan hal-hal yang tadi kami sampaikan, meningkatkan transparansi pasar meningkatkan integritas pasar, itu menjadi peringatan bagi kami. Dan itu akan kami lakukan dalam waktu secepat mungkin," katanya dilansir Jumat (13/2/2026).

Kesal Karena Kehormatan Bangsa Dipertaruhkan

Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut marah besar karena anjloknya IHSG, kemarahan kepala negara bukan hanya dipicu anjloknya IHSG, namun isu ketidaktransparanan di otoritas pasar modal yang membuat sejumlah petinggi pasar modal diminta mundur. Prabowo marah lantaran hal ini bisa mencoreng nama baik bangsa. Kehormatan bangsa kata dia menjadi taruhnya hanya karena segelintir orang yang tak profesinal. 

"Itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri. Dan ada alasannya, karena tidak ada transparansi. Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan," kata  Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo.

Hal lain yang bikin Prabowo dongkol lanjut Hashim Djojohadikusumo adalah dampak dari anjloknya IHSG yang dianggap sangat merugikan investor ritel. Reputasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut dipertaruhkan imbas persoalan tersebut.

Baca Juga: Pesan Dahlan Iskan ke Presiden Prabowo soal Komunikasi Publik dan Masa Depan BUMN

"Para investor ritel, banyak yang telah dirugikan, bukan? Banyak yang telah dirugikan. Jadi ini sangat penting," imbuhnya.