3. Hidup Hemat Meski Bergelimang Harta

Kesederhanaan Buffett juga tergambar dari kisah yang dibagikan pendiri Microsoft, Bill Gates. Dalam surat tahunan Bill dan Melinda Gates Foundation pada 2017, Gates mengenang momen makan siang bersama Buffett di McDonald's saat mereka berada di Hong Kong.

Alih-alih memilih restoran mewah, Buffett mengajak Gates makan di restoran cepat saji favoritnya dan bahkan membayar menggunakan kupon diskon.

"Ingat tawa kita saat bepergian bersama ke Hong Kong dan memutuskan makan siang di McDonald's? Kamu menawarkan untuk membayar, merogoh saku, dan mengeluarkan... kupon! Itu mengingatkan kami betapa kamu menghargai penawaran yang bagus," tulis Gates.

Kisah sederhana tersebut menjadi bukti bahwa kebiasaan hemat bukanlah soal kemampuan finansial, melainkan pola pikir dalam menghargai setiap pengeluaran.

4. Menghargai Waktu sebagai Aset Paling Berharga

Selain disiplin dalam mengelola uang, Buffett juga dikenal sangat menghargai waktunya. Bill Gates pernah mengungkapkan bahwa salah satu pelajaran terbesar yang ia dapat dari Buffett adalah cara sang investor mengatur jadwal.

Menurut Gates, Buffett tidak memenuhi kalendernya dengan rapat atau aktivitas yang tidak penting. Sebaliknya, ia memberikan waktu dan perhatian penuh kepada orang-orang yang benar-benar dipercaya dan hal-hal yang memberikan nilai.

"Setiap orang hanya memiliki 24 jam dalam sehari. Warren memahami hal itu dengan sangat baik. Dia tidak membiarkan kalendernya dipenuhi pertemuan yang tidak berguna. Namun, dia sangat murah hati dengan waktunya untuk orang-orang yang dia percayai," tulis Gates melalui akun LinkedIn miliknya.

Filosofi ini mengingatkan bahwa waktu adalah aset yang tidak bisa dibeli kembali. Karena itu, menggunakannya secara bijak sama pentingnya dengan mengelola keuangan.

Baca Juga: Ingin Sukses seperti Warren Buffett? Baca 6 Buku Rekomendasi Investor Legendaris Ini