Warren Buffett tidak hanya dikenal sebagai salah satu investor tersukses sepanjang masa, tetapi juga sebagai miliarder yang mempertahankan gaya hidup sederhana meski memiliki kekayaan fantastis.

Sosok yang dijuluki "Oracle of Omaha" ini telah membuktikan bahwa kesuksesan finansial tidak selalu identik dengan kemewahan.

Setelah resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Berkshire Hathaway kepada Greg Abel, Buffett meninggalkan warisan yang lebih dari sekadar strategi investasi.

Kebiasaan hidup hemat, cara mengelola waktu, hingga filosofi dalam mengambil keputusan menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia.

Dan, dikutip dari The Economic Times, Selasa (14/7/2026), berikut 4 pelajaran berharga dari gaya hidup Warren Buffett yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mengutamakan Nilai, Bukan Gengsi

Meski menjadi salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett masih tinggal di rumah yang dibelinya di Omaha, Nebraska, pada 1958 dengan harga sekitar US$31.500.

Kini, rumah tersebut diperkirakan bernilai lebih dari US$1 juta, tetapi Buffett memilih untuk tetap tinggal di sana karena memiliki nilai sentimental sebagai tempat membesarkan ketiga anaknya.

Pria berusia 94 tahun itu juga tidak tergoda mengoleksi mobil mewah. Buffett pernah mengendarai Cadillac XTS keluaran 2014 yang bahkan masih memiliki bekas kerusakan akibat hujan es. Baginya, menghabiskan waktu untuk membeli mobil baru tidak memberikan manfaat yang sebanding.

Dalam rapat pemegang saham Berkshire Hathaway pada 2014, Buffett mengatakan bahwa standar hidup tidak selalu ditentukan oleh besarnya pengeluaran.

"Saya tidak berpikir bahwa standar hidup sama dengan biaya hidup di luar titik tertentu. Hidup saya tidak akan lebih bahagia bahkan mungkin lebih buruk jika saya memiliki enam atau delapan rumah atau berbagai hal lain yang bisa saya miliki. Itu tidak berkorelasi," tukas Buffett.

Filosofi tersebut menunjukkan bahwa kepuasan hidup tidak selalu datang dari kepemilikan barang-barang mewah, melainkan dari nilai yang diberikan suatu hal dalam kehidupan.

2. Memilih Kualitas daripada Kuantitas

Prinsip Buffett dalam berinvestasi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada 1989, ia menulis bahwa lebih baik membeli perusahaan yang luar biasa dengan harga yang wajar daripada perusahaan biasa dengan harga yang murah.

"Jauh lebih baik membeli perusahaan yang hebat dengan harga yang wajar daripada perusahaan yang wajar dengan harga yang hebat,” ujarnya.

Prinsip ini mengajarkan pentingnya fokus pada kualitas dibanding mengejar kuantitas. Di tengah pasar yang sering bergejolak, Buffett memilih tetap sabar dan berinvestasi pada aset berkualitas daripada terburu-buru mengambil keputusan karena kepanikan.

Baca Juga: Warren Buffett Ungkap Hal yang Lebih Penting dari Gaji Saat Memulai Karier, Apa Itu?

3. Hidup Hemat Meski Bergelimang Harta

Kesederhanaan Buffett juga tergambar dari kisah yang dibagikan pendiri Microsoft, Bill Gates. Dalam surat tahunan Bill dan Melinda Gates Foundation pada 2017, Gates mengenang momen makan siang bersama Buffett di McDonald's saat mereka berada di Hong Kong.

Alih-alih memilih restoran mewah, Buffett mengajak Gates makan di restoran cepat saji favoritnya dan bahkan membayar menggunakan kupon diskon.

"Ingat tawa kita saat bepergian bersama ke Hong Kong dan memutuskan makan siang di McDonald's? Kamu menawarkan untuk membayar, merogoh saku, dan mengeluarkan... kupon! Itu mengingatkan kami betapa kamu menghargai penawaran yang bagus," tulis Gates.

Kisah sederhana tersebut menjadi bukti bahwa kebiasaan hemat bukanlah soal kemampuan finansial, melainkan pola pikir dalam menghargai setiap pengeluaran.

4. Menghargai Waktu sebagai Aset Paling Berharga

Selain disiplin dalam mengelola uang, Buffett juga dikenal sangat menghargai waktunya. Bill Gates pernah mengungkapkan bahwa salah satu pelajaran terbesar yang ia dapat dari Buffett adalah cara sang investor mengatur jadwal.

Menurut Gates, Buffett tidak memenuhi kalendernya dengan rapat atau aktivitas yang tidak penting. Sebaliknya, ia memberikan waktu dan perhatian penuh kepada orang-orang yang benar-benar dipercaya dan hal-hal yang memberikan nilai.

"Setiap orang hanya memiliki 24 jam dalam sehari. Warren memahami hal itu dengan sangat baik. Dia tidak membiarkan kalendernya dipenuhi pertemuan yang tidak berguna. Namun, dia sangat murah hati dengan waktunya untuk orang-orang yang dia percayai," tulis Gates melalui akun LinkedIn miliknya.

Filosofi ini mengingatkan bahwa waktu adalah aset yang tidak bisa dibeli kembali. Karena itu, menggunakannya secara bijak sama pentingnya dengan mengelola keuangan.

Baca Juga: Ingin Sukses seperti Warren Buffett? Baca 6 Buku Rekomendasi Investor Legendaris Ini