Growthmates, membangun perusahaan yang sukses tidak hanya bergantung pada produk unggulan atau strategi bisnis yang tepat.

Di balik pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, terdapat budaya kerja yang mendorong setiap karyawan merasa memiliki perusahaan. Inilah salah satu filosofi kepemimpinan yang selama puluhan tahun dipegang oleh pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Menurut Bezos, ketika seseorang merasa memiliki kepentingan langsung terhadap keberhasilan perusahaan, mereka akan membuat keputusan yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, serta berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

Pola pikir inilah yang diyakini menjadi salah satu fondasi penting yang membawa Amazon berkembang dari sebuah toko buku online menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.

Filosofi tersebut pertama kali disampaikan Bezos dalam surat tahunan Amazon kepada para pemegang saham pada 1997.

Saat itu, Amazon masih merupakan perusahaan yang relatif kecil dengan 614 karyawan, meningkat dari 158 orang pada tahun sebelumnya. Meski skalanya masih jauh dari sekarang, Bezos sudah memiliki visi membangun organisasi yang dipenuhi orang-orang yang berpikir layaknya pemilik perusahaan.

Dalam surat tersebut, Bezos menegaskan bahwa Amazon akan terus berfokus merekrut dan mempertahankan talenta terbaik, sekaligus mengutamakan kompensasi berbasis opsi saham dibandingkan pembayaran tunai semata.

"Kami akan terus fokus pada perekrutan dan mempertahankan karyawan yang serbaguna dan berbakat, serta memprioritaskan kompensasi mereka melalui opsi saham daripada uang tunai. Kami tahu kesuksesan kami sebagian besar akan ditentukan oleh kemampuan kami menarik dan mempertahankan karyawan yang termotivasi, yang masing-masing harus berpikir seperti, dan karena itu benar-benar menjadi, seorang pemilik," tulis Bezos dalam surat tahunannya, dikutip dari The Economics Times, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Jeff Bezos Tak Percaya Work-Life Balance, Ini Filosofi Kerja Pendiri Amazon yang Masih Relevan