Menurut Ajeng, masih banyak karyawan yang merasa layak dipromosikan hanya karena masa kerja yang panjang.

Padahal, jika performa yang ditunjukkan baru mencapai sebagian dari target yang diharapkan dan tidak pernah berkembang, perusahaan tidak memiliki alasan kuat untuk menaikkan jabatan tersebut.

"Kalau performa kita baru 80% dari 100% yang diharapkan, dan konsistennya cuma di 80%, tidak peduli kita udah ada di posisi itu lima tahun. Tapi kalau kamu belum memenuhi peran itu, bagaimana kamu menjangkau dirimu untuk dipromosi?" tutur Ajeng.

Lebih lanjut, Ajeng memaparkan bahwa dari sudut pandang perusahaan, promosi diberikan kepada individu yang telah menunjukkan kapasitas lebih besar dari perannya saat ini.

Menurutnya, karyawan seperti itu dinilai siap menerima tanggung jawab baru sekaligus mampu membantu organisasi berkembang.

"User itu pasti mikir juga, kalau ada orang yang consistently outgrow dia punya role, berarti dia bisa dikasih tanggung jawab lebih. Saya juga bisa mengurangi sebagian tanggung jawab saya karena orang ini sudah siap," pungkas Ajeng.

Baca Juga: Ketika Jahja Setiaatmadja Rela Downgrade Jabatan dan Penantian Promosi yang Tak Kunjung Datang