"Tantangan terbesar adalah memastikan akting, musik, koreografi, hingga tata artistik tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bersama-sama membawa penonton masuk merasakan setiap keputusan dan keraguan Kaluna," jelas Dinda. 

Penulis novel, Almira Bastari, berharap adaptasi ini memberi kekuatan bagi mereka yang terus berjuang. 

"Saya ingin menunjukkan bahwa menjadi anak bungsu bukan berarti hidupnya selalu lebih mudah. Semoga musikal ini menghadirkan pelukan yang hangat bagi setiap orang yang terus bekerja keras demi keluarganya," tutur Almira.

Komposer Idgitaf memaparkan proses kreatif di balik pembuatan lima lagu baru yang menjadi narasi emosional cerita. 

"Saya mencoba menerjemahkan hal-hal yang tidak selalu bisa diucapkan Kaluna menjadi lagu. Semoga karya ini bisa menjadi suara bagi banyak orang yang menyimpan perasaan sama," ungkap Idgitaf. 

Disutradarai Dinda Lisa Reideka dengan naskah karya Widya Arifianti dan Yemima Krisantina, pementasan ini turut melibatkan 11 pemeran utama, 24 pemeran ensemble, koreografi El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati, tata vokal Yandi Brownsu, serta penataan musik oleh Ivan Tangkulung.