Dancesport Indonesia mulai membidik peluang untuk kembali tampil di panggung Olimpiade. Target tersebut diarahkan pada Olimpiade 2034, dengan penguatan kompetisi dan pembinaan atlet menjadi salah satu langkah penting yang perlu dilakukan sejak saat ini.

Hal tersebut mengemuka dalam Press Conference Flow Grand International Dancesport Championship 2026 yang digelar di The St. Regis Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Ketua Dewan Juri Flow Grand International Dancesport Championship 2026, Jerry Abrate, mengatakan dancesport memiliki peluang untuk kembali hadir di Olimpiade setelah sebelumnya menjadi bagian dari Olimpiade Paris 2024 melalui cabang breaking.

Baca Juga: Indonesia International Jetsports Grand Prix (IGP) 2026 Siap Digelar Desember Mendatang, Tanah Air Bidik Jadi Pusat Jetski Dunia

Menurut Jerry, keikutsertaan breaking pada Olimpiade Paris menjadi pengalaman positif dan menunjukkan bahwa olahraga berbasis dance memiliki daya tarik, khususnya bagi generasi muda.

“Pada 2024 di Paris, dancesport hadir melalui breaking dance. Itu merupakan sebuah eksperimen dan berjalan cukup baik. Para remaja sangat menyukainya,” ujar Jerry dalam konferensi pers Flow Grand.

Meski demikian, Jerry mengatakan upaya menjadikan dancesport sebagai cabang reguler di Olimpiade bukan perkara sederhana. Terdapat berbagai aspek yang perlu disesuaikan agar dancesport dapat memenuhi persyaratan dan masuk dalam program pertandingan Olimpiade.

“Prosesnya jauh lebih rumit karena, seperti yang kita ketahui, ada banyak hal yang harus disesuaikan untuk menciptakan kemungkinan dancesport menjadi cabang reguler di Olimpiade,” katanya.

Baca Juga: Global Face Wardah, Amna Al Qubaisi, Masuk Daftar Perdana TIME100 Most Influential People in Sports 2026

Jerry yang juga pernah menjadi delegasi negaranya pada Olimpiade Paris 2024 menyebut perjuangan tersebut kini diarahkan untuk membuka peluang dancesport tampil kembali di Olimpiade 2034.

Namun, menurutnya, target tersebut tidak cukup hanya mengandalkan peluang masuk ke Olimpiade. Pengembangan atlet secara konsisten juga menjadi bagian penting untuk membangun kualitas dancesport hingga mampu bersaing di tingkat internasional.

Dalam konteks tersebut, Flow Grand International Dancesport Championship 2026 diharapkan menjadi salah satu wadah pengembangan atlet dancesport Indonesia.

Produser Flow Grand International Dancesport Championship 2026, Kwik Ing Lang, mengatakan kompetisi ini dirancang untuk memberikan ruang bagi atlet nasional agar dapat terus berkembang dan memiliki pengalaman bertanding di level internasional.

“Harapan saya adalah menciptakan atlet-atlet nasional di Indonesia agar terus berkembang dan juga mampu berkembang di dunia internasional,” ujar Kwik Ing Lang.

Baca Juga: Diikuti 9.000 Pelari, POCARI SWEAT Run Lombok 2026 Angkat Sport Tourism dan Budaya Lokal

Pada penyelenggaraan perdananya, Flow Grand menghadirkan peserta dan juri dari 14 negara dengan jumlah kompetitor lebih dari 150 orang. Kompetisi tersebut diharapkan dapat digelar secara rutin setiap tahun, sekaligus memperluas kategori pertandingan dan jumlah negara yang berpartisipasi.

Menurut Kwik, keberadaan kompetisi berskala internasional di Indonesia juga dapat membuka kesempatan lebih besar bagi dancer Tanah Air untuk mendapatkan pengalaman tanpa harus selalu bertanding ke luar negeri.

Kehadiran juri dan kompetitor dari berbagai negara dinilai dapat menciptakan lingkungan kompetitif yang mendorong dancer Indonesia meningkatkan kemampuan mereka.

“Kompetisi seperti Flow Grand yang menghadirkan lingkungan seperti ini, saya yakin akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan para dancer setelah mengikuti kompetisi,” ujar Jerry.

Lebih dari sekadar kemampuan teknik, Jerry menilai seorang dancer juga harus memiliki kemampuan artistik. Penguasaan gerakan perlu diimbangi dengan kemampuan menyampaikan ekspresi, emosi, serta karakter melalui penampilan.

Karena itu, kompetisi internasional seperti Flow Grand dinilai memiliki peran penting dalam proses pembentukan atlet secara menyeluruh. Dancer tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga dapat melihat secara langsung standar penampilan atlet dari berbagai negara.

Penyelenggaraan Flow Grand pun menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem dancesport nasional. Dengan semakin banyak kompetisi berkualitas di dalam negeri, atlet Indonesia diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur level mereka dengan kompetitor internasional.

Jika pembinaan dan kompetisi dapat dilakukan secara konsisten, kualitas atlet dancesport Indonesia diharapkan semakin meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk memiliki atlet yang mampu bersaing di panggung dunia, termasuk dalam upaya menuju Olimpiade 2034.