Ketua Jokowi Mania (Joman) Nusantara Bersatu, Andi Azwan mengatakan, eks Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) RI Denny Indrayana adalah antek asing alias londo ireng sebagaimana yang sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan Andi merespons Denny yang belakangan agresif menyerang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bahkan meminta Gibran dipecat karena berbagai alasan. Sebelumnya Denny juga menjadi salah satu tokoh yang aktif menggeritik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Bikin Sayembara Cari Ijazah Gibran, Denny Indrayana Langsung Ditantang Balik, Berani Jujur Nggak?
“Terlepas apakah ada pesan politik di dalamnya, kita melihatnya Denny Indrayana ini bisa saja merupakan proksi dari antek-antek asing yang dikatakan Londo Ireng oleh Presiden Prabowo,” kata Andi kepada wartawan Senin (10/8/2026).
Menurut Andi, cap londo ireng buat Denny Indrayana menjadi sangat wajar, sebab setelah Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berakhir, Denny langsung menempatkan diri sebagai tokoh yang berseberangan dengan kekuasaan. Alih-alih memberi kritik yang membangun, Denny justru gemar umbar sensasi dengan kritik membabi buta yang tak berdasarkan fakta.
“Karena selama ini apa yang dilakukan Denny Indrayana, selalu bertentangan dengan pemerintahan setelah SBY tidak berkuasa kembali,” tegasnya.
Sayangnya selama menjadi pengeritik aktif buat pemerintah, Denny sama sekali tak mendapat atensi dari pemerintah, untuk itu ia mengulang pola yang sama dengan harapan bisa dinotice.
Andi menegaskan, apa yang dilakukan Denny saat ini hanyalah upaya mencari perhatian Presiden Prabowo, tetapi sayang aksi kritik brutalnya dicueki.
“Kalau kita lihat, ini adalah bentuk dari cari perhatian (caper) Denny Indrayana. Ingin membuat sesuatu yang sensasional gitu. Ingin mendapat perhatian terhadap langkah-langkah dia membuat surat kepada Presiden untuk memberhentikan Mas Wapres Gibran,” pungkasnya.