Growtmates, apakah kamu sering merasakan kesemutan? Kesemutan biasanya datang setelah seseorang terlalu lama duduk, tidur dalam posisi tertentu, atau menekan bagian tubuh terlalu lama. Sensasinya pun umumnya hilang setelah posisi tubuh kembali normal.
Namun, bagaimana jika kesemutan justru sering muncul tanpa alasan yang jelas?
Kondisi tersebut sebaiknya tidak terus-menerus diabaikan. Kesemutan yang berulang dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan, termasuk gangguan pada saraf. Dalam kasus tertentu, sensasi kebas atau kesemutan juga dapat muncul pada penderita kanker tulang.
Baca Juga: Kasus Kanker Tembus 113 Juta, Menkes Tekankan Pentingnya Deteksi Dini
Konsultan Onkologi Ortopedi Eka Hospital BSD, Muhammad Wahyudi, menjelaskan bahwa kesemutan pada penderita kanker tulang dapat terjadi ketika tumor atau benjolan pada tulang mulai membesar dan menekan saraf di sekitarnya.
"Biasanya kalau benjolannya sudah besar, nah itu muncul rasa kesemutan. Jadi karena tumornya sudah terkena ke saraf," kata Wahyudi, dikutip Jumat (04/09/2026).
Meski begitu, kesemutan bukanlah gejala utama kanker tulang. Menurut Wahyudi, keluhan yang justru lebih awal dan sering dirasakan pasien adalah nyeri atau pegal yang berlangsung terus-menerus.
"Gejala paling awal itu nyeri atau pegal. Kalau kita tanya pasien, biasanya nyeri sudah lebih dulu muncul dibandingkan benjolan," ujarnya.
Karena itu, nyeri pada tulang yang tak kunjung membaik perlu mendapat perhatian, terutama jika muncul tanpa penyebab yang jelas atau terus berulang. Jangan menunggu sampai muncul benjolan maupun kesemutan untuk memeriksakan kondisi tersebut.
Baca Juga: Benarkah Bra Berkawat Picu Kanker Payudara? Dokter Ungkap Faktanya
Deteksi dini menjadi salah satu hal penting dalam penanganan kanker tulang. Semakin cepat kondisi diketahui, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Pengobatan kanker tulang dapat meliputi kemoterapi maupun tindakan pembedahan. Pada kondisi tertentu, operasi dilakukan untuk mengangkat tumor sekaligus mempertahankan fungsi anggota tubuh sehingga pasien tidak harus menjalani amputasi.
"Tindakan ini untuk menyelamatkan tungkai agar tidak sampai diamputasi. Amputasi biasanya dilakukan bila tumornya sangat besar atau kontaminasinya sudah luas," jelas Wahyudi.
Karena itu, jangan buru-buru panik hanya karena mengalami kesemutan. Namun, jika sensasi kebas atau kesemutan muncul berulang tanpa sebab yang jelas, terlebih disertai nyeri atau pegal berkepanjangan, sebaiknya jangan diabaikan.
Memeriksakan diri lebih awal dapat membantu dokter mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang tepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.