Kejadian di Gaza disusul berbagai peristiwa besar lainnya seperti tewasnya Hassan Nasrallah pimpinan Hizbullah yang meninggal dunia dalam serangan Israel di Beirut. 

Lalu perang 12 hari yang menghancurkan fasilitas nuklir utama Iran serta  menewaskan banyak ilmuwan serta komandan senior Iran pada 2025 lalu. 

Tangan Besi dan Anti Barat

Khamenei  dikenal sebagai salah satu tokoh anti imperialisme barat. Ia kerap mengambil kebijakan luar negeri yang keras, saking anti barat, Khamenei bahkan  Ia bahkan sampai menjuluki  Amerika Serikat dengan sebutan ‘Setan Besar’ 

Kendati pemerintahannya dikenal anti imperialisme barat, namun Khamenei pada beberapa momen bersedia berunding dengan barat terutama  saat bernegosiasi dengan AS mengenai program pengayaan nuklir Iran.

Baca Juga: Jusuf Kalla Berbicara Ancaman Krisis Minyak untuk Indonesia Setelah Selat Hormuz Ditutup

Khamenei kembali anti barat khususnya Amerika pada  masa pemerintahan Presiden Donald Trump. Ketika Trump kembali menjabat pada 2025, posisi Iran semakin terjepit.

Selain anti bara, Khamenei juga dikenal sebagai pemimpin bertangan besi yang sama sekali tidak memberi ruang bagi reformasi moderat. 

Aspirasi rakyat sering kali dilabeli sebagai hasutan yang diatur oleh pihak asing. Puncaknya terlihat pada penanganan protes besar 'Women, Life, Freedom' tahun 2022 dan demonstrasi ekonomi pada Januari 2026.