Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia harus tumbuh menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang tak boleh dipandang enteng bangs lain.
Kepala Negara mengatakan, Indonesia tak boleh kalah dari bangsa-bangsa adidaya yang sedang mengincar kekayaan alam di negeri ini.
Baca Juga: Demi Kedaulatan Energi Nasional, FSPPB Desak Prabowo Terbitkan Perpu Migas
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya diacara peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah bertajuk 'Mewujudkan Al-Qur’an Sebagai Rahmat Alam Semesta' di Istana, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.
“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah,” kata Prabowo dilansir Selasa (11/3/2026).
Dalam kesempatan itu presiden juga menyinggung masalah korupsi yang masih jamak terjadi di Indonesia, dia mengatakan korupsi menjadi salah satu indikator penghambat kemajuan negara ini, untuk itu kata dia masalah itu harus diberangus bersama. Indonesia mesti menjadi bangsa yang terbebas korupsi yang menyengsarakan rakyat.
“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan, tidak ada bangsa di dunia ini yang bisa maju apabila masalah korupsi di dalam negaranya masih merajalela. Ia kembali menegaskan bahawa korupsi adalah musuh bersama yang harus dilawan.
“Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi. Ini ajaran agama dan sejarah,” ucapnya.
Baca Juga: Prabowo: dalam Keadaan Perang di Mana-mana, Kita Hampir Mencapai Swasembada Pangan
Dalam kesempatan itu Kepala Negara juga meminta doa dan dukungan para ulama agar pemerintah mampu menegakkan kebenaran serta keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Saya mohon doa terus, saya mohon dukungan. Kita akan menjalankan dan menegakkan kebenaran dan keadilan,” imbuhnya.