CEO Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI), Salman Subakat mengatakan, guru menjadi salah satu profesi yang sangat penting  dalam membentuk hal-hal paling fundamental dalam diri individu. 

Guru kata dia mengambil peran yang sangat sentral dalam menguatkan fondasi karakter sebelum seorang individu terjun ke hal-hal yang jauh lebih mendalam dan besar. Guru adalah profesi istimewa yang senantiasa menjaga masa depan sebuah bangsa. 

Baca Juga: Apa Maksud Prabowo Kumpulkan 1.200 Guru Besar di Istana?

“Profesi guru sangat penting, tadi yang masa depan bangsa satu. Terus set up fundamental, tadi yang seperti kita diskusikan kan, guru itu fundamental sebelum masuk ke program tinggi. Dan membentuk karakter dari awal, itu sangat penting,” kata Subakat ketika diwawancara Olenka.id ditulis Senin (16/2/2026).    

Karakter yang dibangun guru pada pendidikan dasar lanjut Subakat bakal berpengaruh besar ketika telah dewasa, jadi menurutnya Guru adalah profesi yang tidak bisa tergantikan sampai kapan pun. 

Meski demikian, ia berpandangan bahwa sekarang ini Guru punya tantangan besar yang tidak bisa dianggap remeh, Guru kata dia mesti bisa mengorbitkan generasi baru yang diharapkan bisa mengoptimalkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia. 

 Di tengah kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guru lanjut dia mesti bisa memanfaatkan hal itu untuk menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas.  

“Karena ketika nanti kita udah dewasa itu karakter itu sih sebenarnya yang akan terbawa gitu. Dan dengan tantangan yang makin tinggi, sosok guru sebagai teladan itu juga makin dibutuhkan,” ujarnya. 

“Maksudnya itu penting, interaksi dan koneksi. Kedua itu resourceful,jadi bagaimana dengan adanya AI teknologi itu resource kan banyak. Tapi pilih yang mana yang paling cocok gitu,” tambahnya. 

Ia menegaskan bahwa untuk menjalankan peran strategis tersebut maka para guru harus kreatif serta bisa berbenah dan menyesuaikan diri sehingga membangun koneksi dan interaksi dengan berbagai pihak.

Baca Juga: Pekerjaan Terkini Menteri Era Jokowi yang Pilih Karier Profesional

"Nah itu yang kedua, yang ketiga mungkin dia menjaga semangat untuk keep improving ya. Jadi kayak, mungkin bukan skill tapi kayak hunter kali ya, untuk terus belajar,” tandasnya.