Inovasi sering dipahami sebatas menciptakan produk baru, padahal ruang inovasi dalam bisnis jauh lebih luas dari itu. CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat, menyampaikan bahwa ada setidaknya sepuluh jenis inovasi yang dapat dikembangkan sebuah perusahaan.

Produk hanyalah satu di antaranya, dan menariknya, masih banyak pelaku usaha yang tanpa sadar hanya terfokus pada aspek tersebut.

Dalam sebuah acara, Salman menjelaskan bahwa inovasi bukan sekadar menemukan hal baru, tetapi juga bagaimana proses tersebut dikomersialisasikan dengan baik.

"Kalau kita ngomong inovasi itu kan invention plus commercialization,” jelasnya dikutip Olenka, Sabtu (17/1/2026).

Ia menambahkan bahwa jika merujuk pada model Ten Types of Innovation, inovasi produk sebenarnya hanya sebagian kecil dari keseluruhan strategi inovasi yang tersedia.

Menurut Salman, terlalu banyak energi perusahaan yang dihabiskan hanya untuk mengejar inovasi produk, sementara aspek lain yang tidak kalah penting justru kurang tersentuh. 

“Sering sekali energi kita habis di produk,” ujarnya. 

Baca Juga: Mendampingi Perempuan Bertumbuh: ParagonCorp Perkuat Kolaborasi di Perempuan Berlari 2025

Padahal, jenis inovasi yang berpengaruh terhadap daya saing jauh lebih beragam, mencakup struktur organisasi, pola kerja sama, pembangunan talenta, strategi harga, hingga layanan dan branding.

Ia memaparkan bahwa inovasi dalam struktur perusahaan dapat memperkuat pondasi internal, yaitu kolaborasi strategis dapat membuka peluang yang lebih luas, pengembangan talenta memastikan keberlanjutan kompetensi, sementara inovasi layanan dan branding dapat meningkatkan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.

Karena itu, Salman mendorong pelaku bisnis untuk menjalankan seluruh jenis inovasi tersebut secara paralel,“

Kalau kita jalankan secara paralel itu harus berjalan secara beriringan,” katanya. 

Dengan pendekatan yang komprehensif, perusahaan dapat mencapai kinerja yang lebih optimal serta membangun daya saing yang lebih kuat di tengah pasar yang dinamis.