Nama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belakangan ikut masuk dalam percakapan politik menuju Pilpres 2029 setelah mendapat pujian terbuka dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, Pramono ternyata bukan satu-satunya nama yang mulai disebut dalam dinamika politik menuju kontestasi mendatang.

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menyebut sejumlah tokoh yang menurutnya mulai muncul dalam pembicaraan politik 2029. Daftarnya cukup panjang dan berasal dari latar belakang politik yang beragam.

“Ada AHY, ada KDM, ada Pramono, ada Anies, ada Ganjar, ada Ahok, ada Purbaya, ada Muhaimin, ada Bahlil, ada Gibran, dan ada politisi perempuan dari Timur yang juga sedang bersinar,” kata Dedy.

Baca Juga: MBG Biang Keroknya, Siapapun Pasangan Prabowo di 2029 Bakal Berat, Bisa-bisa Kalah Telak!

Nama-nama yang disebut Dedy tersebut adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Purbaya Yudhi Sadewa, Muhaimin Iskandar, Bahlil Lahadalia, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dedy juga menyebut adanya figur perempuan dari kawasan Indonesia Timur yang dinilainya sedang mendapat perhatian, meski tidak menyebut nama tersebut secara langsung dalam pernyataannya. Dalam pemberitaan mengenai pernyataan Dedy, sosok tersebut disebut mengarah pada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Munculnya daftar tersebut tidak terlepas dari semakin ramainya pembicaraan mengenai Pilpres 2029. Salah satu pemicunya adalah kedekatan Prabowo dengan Pramono yang terlihat dalam peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada 16 September 2026.

Saat itu, Prabowo bahkan menyebut Pramono sebagai gubernur yang hebat. Presiden juga menegaskan bahwa perbedaan partai tidak menghalangi kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Namun, pujian tersebut belum menjadi tanda adanya keputusan politik untuk Pilpres 2029. Pramono sendiri ketika ditanya mengenai pujian Prabowo mengatakan penilaian mengenai dirinya sebaiknya diserahkan kepada publik.

Baca Juga: Pak Mahfud Sebut Prabowo Sedang Disandera: Dia Tidak Berdaulat Sebagai Presiden

Di luar Pramono, beberapa nama yang disebut Dedy memang memiliki latar politik berbeda. AHY merupakan Ketua Umum Partai Demokrat, Dedi Mulyadi merupakan Gubernur Jawa Barat, sementara Anies dan Ganjar merupakan dua nama yang sebelumnya pernah menjadi kandidat dalam Pilpres 2024.

Ada pula Ahok, Muhaimin, Bahlil, dan Gibran. Sementara nama Purbaya Yudhi Sadewa turut muncul dalam pembicaraan tersebut. Nama Purbaya juga tercatat masuk dalam sejumlah survei yang mengukur preferensi tokoh untuk Pilpres 2029, meski hasil survei tersebut tidak dapat dengan sendirinya menentukan pencalonan seseorang.

Bagi Dedy, banyaknya nama yang mulai dibicarakan menunjukkan bahwa dinamika politik menuju 2029 mulai bergerak. Ia melihat munculnya berbagai figur sebagai bagian dari ruang politik yang terbuka menjelang kontestasi berikutnya.

“Jadi, tahun 2029 adalah tahun di mana ada begitu banyak wajah baru yang bersemangat ingin membereskan problem Indonesia sebagai bangsa. Artinya demokrasi Indonesia sedang bersemangat,” ujar Dedy.

Di sisi lain, pembicaraan mengenai nama-nama tersebut masih berada pada tahap dinamika dan wacana politik. Belum ada penetapan resmi pasangan calon Pilpres 2029.

Karena itu, daftar yang disampaikan Dedy lebih tepat dibaca sebagai gambaran nama-nama yang sedang muncul dalam percakapan politik, bukan daftar resmi kandidat maupun pasangan yang telah diputuskan untuk Pilpres 2029.