Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dengan tegas mengatakan pihak Istana Negara terus meningkatkan kewaspadaan perihal musuh dalam selimut di lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto.

Aksi bersih-bersih tersebut merupakan buntut kasus penyadapan Kepala Negara yang dilakukan oleh mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo cs baru-baru ini. 

Baca Juga: Listyo Dkk Disindir Pedes sama Ganjar: Polisi Harusnya Setia pada Negara!

"Kalau kewaspadaan kan terus menerus, ya. Kewaspadaan terus menerus. Bersih-bersih terus," cetusnya kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).

Lanjutnya, ia pun meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut tanpa ada yang ditutup-tutupi sesuai dengan perundang-undangan. 

Baca Juga: Pernyataan Istana Keras, Politik Busuk Listyo Sigit Cs Bakal Dilawan Habis-habisan

Baca Juga: Siap-Siap! Pekan Ini Nusron Wahid Bakal Dipanggil KPK

"Diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, transparan. Dan juga jangan ada yang ditutup-tutupi," tegasnya.

Sebelumnya, polisi resmi menetapkan tiga tersangka terhadap kasus penyadapan ilegal, yaitu eks Kapolri sekaligus Kepala Kantor Staf Presiden, Listyo Sigit Prabowo (LSP), Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution (ASN), dan Widyaiswara Kepolisian Utama TK1 Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso (EH).

Terbaru, pada Kamis (5/11), penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan mantan Kepala Bagian Monitoring (Kabagmon) Bareskrim Polri, Irjen Pol Slamet Uliandi, sebagai tersangka setelah sebelumnya berstatus saksi.