Armand pun melanjutkan, sebagai seorang pebisnis, sang kakek saat selalu selalu berusaha menjadi solutif pada setiap permasalahan orang-orang yang ditemuinya.
“Dia juga selalu bilang: Lain kali, kalo butuh petasan atau ada acara, inget saya ya. Caranya begitu. Dia selalu kasih sample produk dulu,” sambung Armand.
Lebih lanjut, Armand pun mengatakan, rumus jualan yang dianut sang kakek tersebut pun ia terapkan di berbagai sektor, baik produk maupun jasa. Armand mengatakan, dirinya telah menerapkan hal tersebut di berbagai lini bisnis Djarum Group, termasuk Bank BCA.
“Sama seperti saya jualan apapun juga. Akhirnya saya dulu di consumer good, saya jualan rokok, ya jual rokok harus ada sample. Saya juga jualan macem-macem, sampai ke BCA hari ini ya sama. Kita layani dulu dengan baik, karena itulah bisnis,” terang Armand.
“Ketika orang merasa berterima kasih, merasa ada utang budi atau apa, dia mau bayar. Rela membayar. Begitu saja rumusnya,” lanjut Armand Hartono.
Lebih lanjut, Armand pun mengingatkan pemilik usaha untuk serius dalam mengimplementasikan rumus berbisnis keluarganya itu. Ia juga mengingatkan pemilik usaha agar lebih bijak dan tidak melakukan istilah 'bakar uang'.
“Tapi ingat, pak, kalau anda terus membantu tapi enggak dibayar, Anda akan kehabisan energi. Istilahnya kerja bakti. Kalau kehabisan energi ya bangkrut, pak. Jadi, jangan juga bakar duit,” pungkas Armand.
Baca Juga: Armand Hartono: Kesuksesan Tak Berasal dari Diri Sendiri, tapi dari Elemen Pendukung