Pinjaman online (pinjol) menjadi salah satu permasalahan yang banyak dikeluhkan publik belakangan ini. Dengan iming-iming kemudahan dalam mengajukan pinjaman, tak sedikit cerita masyarakat yang justru berujung pada gagal bayar.

Berkenaan dengan hal ini, Wakil Presiden Direktur BCA, Armand Hartono, berpandangan bahwa pinjaman online atau pinjol memberi dampak negatif ke banyak pihak, yakni masyarakat, perbankan, hingga negara.

"Efek pinjol itu sangat negatif untuk semua, kecuali yang membuat pinjolnya. Tidak ada efek positif bagi yang lain," tegas Armand, dilansir pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Baca Juga: Negara Vietnam vs Negara Indonesia dalam Kacamata Armand Hartono

Armand Hartono menjelaskan, kehadiran pinjol memberi dampak negatif ke sektor perbankan. Hal itu karena sektor perbankan terancam kehilangan nasabah dengan kehadiran pinjol di Indonesia. Kehilangan nasabah yang dimaksud Armand adalah kehidupan nasabah cenderung memburuk apabila terjerat pinjol.

Ia memaparkan, ada banyak korban pinjol yang kehidupan pribadi dan keluarga rusak karena terlilit utang. Dalam tahap ekstrem, ada beberapa korban pinjol yang memutuskan untuk mengakhiri hidup karena tidak mampu menanggung beban jeratan utang.

"Biasanya kalau sudah pakai pinjol, kehidupannya rusak, tadinya biasa pengeluaran sehari berapa ribu, gara-gara pinjol pengeluarannya naik. Terus nggak bisa bayar utang," tambahnya lagi.

Adapun, bagi negara bisa menyebabkan defisit karena para perusahaan penyedia pinjol kerap membawa pergi keutungan mereka ke luar negeri seperti ke Kamboja dan Myanmar.