Cina menjadi salah satu negara yang sukses besar merevolusi diri menjadi negara maju paling berpengaruh di dunia. Tiongkok di era sekarang menjadi negara adidaya yang menguasai banyak sektor mulai dari ekonomi hingga teknologi.
Bahkan Cina yang sekarang menjadi negara nomor dua dengan jumlah jutawan terbanyak di dunia dengan total lebih dari enam juta orang berdasarkan Laporan Kekayaan Global UBS.
Baca Juga: Jejak Bisnis Miniso: Jaringan Ritel Asal Cina yang Miliki Ribuan Toko di Berbagai Negara
Cina yang dulu dikenal sebagai negara komunis yang tertutup dari dunia luar sudah bertransformasi menjadi salah satu pusat kekuatan global. Cina modern bukan lagi menjadi Hermit Kingdom.
Kejayaan Cina di era sekarang, tentu saja didapat melalui kerja keras para pemimpinnya, semuanya dilakukan bertahap, namun tak memakan waktu yang tak terlampau lama.
37 tahun lalu, Tiongkok masih menjadi negara miskin, kondisinya masih memprihatinkan, kelompok masyarakat kelas bawah masih menjadi mayoritas di negara itu. Tetapi dalam waktu sekejap angka kemiskinan itu sukses ditekan. Penurunannya tergolong ekstrem.
“Karena kemiskinan di Cina itu sekali turun itu 1 miliar lebih, manusia masuk ke tahapan sejahtera. Saya berkunjung ke Cina itu sejak tahun 1989. Saat itu China baru saja dibuka (untuk pengunjung dari luar negeri), masih banyak pengemisnya,” kata Akademisi dan praktisi bisnis, Rhenald Kasali dilansir Olenka.id Rabu (11/3/2026).
Di tahun 1989 Cina masih berpegang teguh pada peraturan-peraturan komunis yang kaku. Bayangkan saja setiap tamu dari luar negeri bahkan diperiksa dengan sangat ketat. Di sisi lain sistem pelayanannya juga tak pernah ramah turis, sangat birokratik dan lagi-lagi kaku.
“Semua barang, semua dicatat, cincin emas yang kita pakai namanya cincin kawin itu pun dicatat, karena nanti kalau keluar mereka akan lihat lagi. Ini sempat jual cincin atau tidak di negara itu. Kami memandang sebagai sebuah negara komunis yang belum kebayang akan berubah menjadi seperti sekarang,” Ujar Kasali menceritakan kesaksiannya ketika itu.
Siapa sangka, Cina yang dulu miskin dan terbelakang justru bangkit dalam sekejap, Cina melesat melampaui negara-negara lain yang bahkan sebelumnya jauh lebih maju dari mereka. Cina melakukan revolusi ekstrem yang mampu mengubahnya dari negara komunis yang kaku juga kolot menjadi negara adidaya yang menguasai hampir seluruh sektor penting.
Kota-kota yang dulu menjadi rumah bagi para gelandangan mustahil ditemukan kembali, tempat-tempat itu telah berevolusi menjadi pusat-pusat industri dan bisnis. Ekonominya terus menggeliat dan masyarakat Cina telah naik kelas yang kesemuanya dilakukan dalam waktu sekejap.
Dan pada waktu saya mendirikan rumah perubahan, saya pernah diajak bekerja sama oleh Alibaba, Alibaba bagaimana dikembangkan mereka bercerita, perdagangan dari antarkota, Taobao, dan saya diajak ke beberapa kota di sana yang tadinya kandung kemiskinan, tiba-tiba mereka semua bisa beli mobil baru,” ucap Kasali.
Baca Juga: Rhenald Kasali: Tahun 2026 Memasuki Era Kuantum
“Perkebunan teh yang tadinya kandung kemiskinan, tiba-tiba bisa menghasilkan teh yang terkenal sekali, namanya Longjin. Dan itu teh hijau yang bagus sekali adanya di Tiongkok. Saya tidak melihat lagi ada kemiskinan di Tiongkok,” pungkasnya.