Selain itu, layanan terbaru juga mencakup pendampingan pasien oleh konselor perawat, sistem satu pasien satu perawat, kolaborasi layanan akupuntur, hingga pusat layanan keguguran berulang.
Ketua Umum POGI Prof. Budi Wiweko menyebut perkembangan teknologi reproduksi berbantu saat ini semakin meningkatkan peluang keberhasilan program kehamilan. Teknologi seperti Frozen Embryo Transfer (FET) dan Pre-implantation Genetic Testing (PGT-A) dinilai mampu meningkatkan keberhasilan IVF sekaligus menurunkan risiko keguguran.
Pada sesi pemaparan media, Prof. Silvia Werdhy Lestari turut menjelaskan bahwa infertilitas bukan hanya persoalan perempuan, tetapi juga melibatkan faktor laki-laki. Ia menyebut faktor pria dapat berkontribusi hingga 50 persen dalam kasus infertilitas pasangan.
Menurutnya, gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, stres, hingga paparan panas berlebih dapat memengaruhi kualitas sperma. Karena itu, pemeriksaan kesuburan pria sejak awal dinilai penting agar diagnosis dan terapi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi simbolis relaunching, sesi foto bersama, serta hospital tour ke area Klinik Yasmin Reproductive Cluster di lantai 4 RSCM Kencana.