Dengan mengadopsi strategi ini, Indonesia dapat memastikan ketersediaan talenta informatika yang mumpuni dan berdaya saing global, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, serta memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi teknologi di kawasan Asia Pasifik.
Muriel, Country Marketing Manager Google Indonesia, juga menegaskan komitmen mereka untuk mendukung kolaborasi dalam mengembangkan talenta informatika berkualitas.
“Sejauh ini, hasil kolaborasi tahunan lintas pemangku kepentingan seperti Bangkit, telah berhasil mencetak lebih dari 20,000 talenta informatika. Kami percaya bahwa dengan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, talenta muda Indonesia dapat berkembang dan memberikan dampak nyata bagi ekosistem teknologi nasional,” paparnya.
Salah satu kisah sukses talenta informatika datang dari seorang pemuda asal Serang, Andi Wijaya, yang turut hadir pada acara ini. Andi mulai belajar mengembangkan aplikasi Android melalui program Indonesia Android Kejar dari Google. Program ini mengenalkannya pada Dicoding melalui Learning Path Android. Saat ini, dia bekerja di Accenture sebagai Business Architecture Specialist, dengan peran utama sebagai Android Lead.
“Belajar di Dicoding membuka banyak peluang bagi saya, tidak hanya di bidang IT, tetapi juga beasiswa, pelatihan kepemimpinan, dan magang ke luar negeri. Pengalaman tersebut membentuk hard skills, soft skills, serta karakter saya, yang menjadi bekal berharga dalam menghadapi peluang di dunia profesional,” imbuhnya.
Gelaran Dicoding Connect 2025: Indonesia’s Tech Education Outlook bertujuan untuk meluaskan dampak positif dari program pendidikan teknologi di Indonesia, serta menguatkan kolaborasi antara para pemangku kepentingan di bidang pengembangan talenta informatika Indonesia.
Turut hadir pada acara ini Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Yudi Darma, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Said Mirza Pahlevi, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ardi Findyartini dan Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel.