Aktris sekaligus Produser, Dian Sastrowardoyo kembali menegaskan pentingnya pola asuh autoritatif dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
Bagi Founder Yayasan Dian Sastrowardoyo ini, kedekatan emosional yang hangat harus berjalan beriringan dengan batasan yang jelas agar anak tumbuh dengan rasa aman sekaligus tanggung jawab.
Dalam keseharian, wanita bernama lengkap Diandra Paramita Sastrowardoyo ini melihat bagaimana cara orang tua merespons anak sangat berpengaruh pada keberanian anak untuk terbuka.
Ia mencontohkan, respons yang bernada menyalahkan justru bisa membuat anak memilih memendam masalahnya sendiri.
“Ya kamu sih, makanya udah dibilangin kan gini-gini. Itu akan membuat dia besok-besok kalau ada problem, mungkin gue nggak akan cerita deh,” ungkap Dian, dikutip dari laman Instagram @tentanganak, Jumat (27/3/2026).
Pengalaman pribadinya pun semakin menguatkan keyakinan Dian. Wanita kelahiran 16 Maret 1982 ini pun pernah menghadapi situasi ketika anaknya hampir menjadi korban penipuan digital.
“Aku baru kemarin ngerasain anak aku tuh kayak didonder sama orang yang suka ngancem-ngancem terus minta ditransfer gitu kan,” tuturnya.
Pelaku tersebut bahkan mengaku sebagai admin media sosial dan melancarkan ancaman kepada sang anak.
“Jadi dia mengaku sebagai adminnya sosmed apa gitu, terus abis itu dia kayak ngancem-ngancem. Anak aku kan umur 20 tahun, mana ngerti sih,” lanjut Dian.
Baca Juga: Tips Percaya Diri ala Dian Sastrowardoyo: Kuasai Bahasa, Teladani Pendiri Bangsa
Di tengah situasi tersebut, istri Maulana Indraguna Sutowo ini justru melihat hal yang patut disyukuri, yakni keterbukaan anaknya untuk bercerita.
Ia menilai, kepercayaan itu tidak muncul secara instan, melainkan dibangun dari hubungan yang erat sejak lama.
“Aku alhamdulillahnya aku bonding banget sama anakku. Sehingga setiap kali dia kayak ada bencana apapun dalam hidupnya, termasuk bencana belum bikin PR atau ditegor guru, itu dia pasti cerita dan curhatnya sama aku,” ungkapnya.
Dian juga tidak menampik bahwa cara ia merespons cerita anak menjadi kunci penting dalam menjaga kedekatan tersebut.
Menurutnya, ia sendiri selalu mengedepankan empati sebelum solusi.
“Jadi, setiap kali dia cerita sama aku, berkeluh kesah, biasanya aku tuh akan empati dulu sama dia. Problem dia apa, aku coba pahami dulu kenapa dia sepanik ini, baru terus abis itu oke kita cari solusinya bareng-bareng ya,” pungkasnya.
Baca Juga: Dian Sastrowardoyo Soroti Pentingnya Etika Digital Sejak Dini di Era Kecerdasan Buatan