Selain kapasitas teknis, kemampuan membangun jejaring menjadi komponen penting yang tak boleh terlewat. Antonius menekankan pentingnya networking sebagai aset jangka panjang dalam perjalanan karier. 

“Banyak bergaul, banyak membangun jaringan, karena pada saatnya nanti itu sangat berguna,” jelasnya. 

Jejaring yang solid diyakini mampu membuka peluang, memperluas wawasan, dan menjadi dukungan signifikan dalam pengambilan keputusan.

Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan individu saja tidak cukup. Dalam pengalamannya memimpin, ia melihat bahwa faktor eksternal juga menentukan, terutama kesempatan yang diberikan oleh atasan.

“Menjadi leader itu, dari pengalaman saya, ada peluang yang diberikan oleh atasan. Kalau kita punya bos yang tidak pernah memberikan ruang untuk berkembang, itu akan menjadi hambatan,” paparnya.

Dari pemaparannya, jelas bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kecerdasan atau bakat alami, tetapi hasil dari upaya berkelanjutan, kombinasi antara kemauan individu untuk berkembang dan dukungan lingkungan kerja yang memberi ruang bagi potensi tersebut tumbuh. 

Kepemimpinan, dengan kata lain, adalah proses kolektif, dibangun oleh individu, dipupuk oleh organisasi, dan diwujudkan melalui kesempatan yang terus terbuka.