Penulis sekaligus komika Raditya Dika mengungkap dirinya telah mencapai kondisi financial freedom sebelum usia 40 tahun. Pencapaian tersebut diraih melalui perencanaan keuangan dan investasi yang dilakukan secara konsisten sejak usia muda.
Financial freedom yang dimaksud Raditya bukan berarti memiliki uang tanpa batas, melainkan kondisi ketika pemasukan pasif dari investasi sudah mampu memenuhi kebutuhan hidup tanpa harus terus bekerja aktif.
“Kalau gue berhenti kerja hari ini, gue masih bisa hidup dari investasi,” ungkap Raditya dalam podcast yang dikutip Olenka pada (15/05/2026).
Baca Juga: Tentang Financial Freedom dan Gaya Hidup Serba Mewah
Raditya diketahui mulai berinvestasi sejak usia 21 tahun. Ia memilih menjalani gaya hidup minimalis dan lebih mengutamakan pengeluaran untuk aset produktif dibanding barang konsumtif.
Dalam berbagai kesempatan, Raditya juga kerap membagikan pandangannya soal pengelolaan keuangan. Ia menilai kunci utama kebebasan finansial bukan sekadar memiliki penghasilan besar, tetapi mampu menjaga pengeluaran tetap terkendali.
“Bukan soal seberapa besar pendapatan, tapi seberapa kecil pengeluaran dibanding pendapatan,” kata Raditya.
Salah satu strategi utama yang diterapkannya adalah investasi rutin di pasar modal. Raditya fokus pada saham blue chip dan reksa dana sebagai instrumen jangka panjang untuk membangun dana pensiun.
Baca Juga: Profil Raditya Dika: dari Penulis Blog hingga Jadi Kreator Hiburan Paling Berpengaruh di Indonesia
Ia juga menerapkan prinsip compounding interest atau bunga berbunga sejak awal kariernya sebagai penulis buku Kambing Jantan. Dari hasil royalti buku tersebut, Raditya mulai menanamkan modal investasi yang kemudian berkembang secara signifikan seiring waktu.
Dalam sebuah video yang membahas strategi pensiun dini, Raditya pernah mengungkap target hidupnya sebelum usia 40 tahun.
“Sebelum umur 40 tahun gue bisa tidak menggantungkan diri pada pekerjaan,” ujar Raditya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan tersebut berarti dirinya ingin hidup dari aset dan hasil investasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Menurutnya, seseorang perlu menghitung kebutuhan hidup tahunan untuk menentukan target dana investasi yang harus dimiliki.
“Kalau pengeluaran setahun Rp120 juta, berarti butuh sekitar Rp3 miliar di investasi,” jelasnya saat menerangkan konsep perhitungan financial freedom menggunakan aturan 4 persen.
Baca Juga: Raditya Dika: Investasi Bukan tentang Gaji Besar, Melainkan Soal Kebiasaan
Selain investasi, Raditya juga menekankan pentingnya memiliki dana darurat yang kuat sebelum memperbesar investasi jangka panjang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga ketika terjadi krisis ekonomi atau penurunan pendapatan.
Tak hanya itu, Raditya juga disiplin mencatat arus kas bulanan agar pengeluaran dan pemasukan tetap terkontrol. Ia menyarankan untuk rutin menyisihkan sekitar 10 hingga 30 persen pendapatan untuk investasi produktif serta menghindari utang konsumtif.
Meski memiliki banyak sumber penghasilan dari dunia hiburan, bisnis, hingga konten digital, Raditya tetap dikenal menjalani hidup sederhana dan tidak terlalu tertarik memamerkan barang mewah. Baginya, kebebasan finansial lebih penting dibanding gaya hidup konsumtif.
“Beli barang karena lo senang, bukan untuk mengesankan orang lain,” menjadi salah satu prinsip keuangan yang pernah dibagikan Raditya kepada pengikutnya.
Kisah finansial Raditya Dika pun dinilai menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda untuk mulai membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini. Dengan literasi keuangan yang baik, disiplin investasi, dan pengelolaan pengeluaran yang tepat, financial freedom disebut bukan lagi sekadar mimpi, tetapi target realistis yang dapat dicapai lewat proses jangka panjang.