Reputasi menjadi aset berharga yang bisa menjamin keberlangsungan karier seseorang, mereka yang digambarkan dengan reputasi baik cenderung lebih bisa mempertahankan eksistensi mereka baik itu di dunia bisnis atau pekerjaan lainnya, sebaliknya individu dengan reputasi buruk bakal mental, eksistensi mereka runtuh dan kepercayaan pihak lain bakal tergerus, karier mereka tidak bakal berjalan mulus.
Sayangnya, kebanyakan orang tak mau berpikir dua kali dalam mengambil sebuah keputusan. Ketika dihadapkan pada dua pilihan antara mempertahankan reputasi dan keuntungan sesaat, mereka cenderung memilih mengorbankan nama baik dan harga dirinya.
Baca Juga: RI Resmi Swasembada Pangan, Prabowo: Tidak Ada Bangsa yang Merdeka Kalau Makanan Tak Tersedia
Tentu saja itu keputusan keliru sebab dengan mengejar keuntungan sesaaat, maka individu tersebut membangun tembok besar untuk menutup jalannya sendiri.
Hal ini yang selalu diterapkan oleh Penulis sekaligus komedian Raditya Dika. Baginya reputasi yang baik adalah jaminan keberlangsungan kariernya ke depan. Ia jauh lebih penting dari sekadar keuntungan jangka pendek.
“Banyak orang ngorbanin buat keuntungan jangka pendek, ah.. lumayanlah. Lumayanlah kalau misalnya ini gue goodie bag gak gue laporin ke kantor, cuman goodie bag doang. Gue ambil aja ke rumah, kantor juga gak butuh goodie bag,” kata dia dilansir Olenka.id Kamis (8/1/2026)
“Tapi begitu ketahuan bahwa ada satu goodie bag yang seharusnya disampaikan ke orang ini, malah lo yang ngambil. Bayangin apa efeknya buat reputasi. Jadi ketika di sebuah persimpangan, apa yang harus dikorbankan? Reputasi atau keuntungan jangka pendek, selalu pilih reputasi duluan,” tambahnya.
Sebagai seorang penulis juga seorang yang sering wara-wiri di panggung hiburan nasional, Raditya Dika jelas tak mau gegabah mengambil keputusan, jangan sampai keputusan itu justru meruntuhkan nama baik yang sudah dengan susah payah ia rawat.
Maka tidak heran apabila Radit menjadi pribadi yang selektif dalam memilih partner bisnis. Jangan sampai pihak-pihak yang bekerja sama dengannya adalah orang atau perusahaan-perusahan bermasalah yang kehadirannya hanya membuat reputasi Radit terdegradasi.
“Karena itu yang kami terima sehari-hari, tawaran dari brand yang aneh, yang kayaknya berkasus. Kok kayaknya di komen-komennya ini, tapi duitnya gede. Enggak sih, kita selalu pilih reputasi dulu daripada keuntungan jangka pendek,” ujarnya.
Radit menegaskan, reputasi yang dan nama besar yang sudah sukses ia bangun, tidak bakal ia gadaikan dengan keuntungan jangka pendek kendati tawaran yang datang menggiurkan.
Baca Juga: Prabowo: Saya Berapa Kali Mau Disogok Bolak-balik Datang Minta Ini Itu
“Ngapain gue harus barter itu dengan keuntungan jangka pendek sekedar hanya misalnya duit iklan yang lebih gede?,” tuntasnya.