Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimis ekonomi RI bakal menguat pada akhir 2025 ini dengan perkiraan pertumbuhannya mencapai 5,6 persen hingga 5,7 persen pada kuartal IV 2025.  Proyeksi pertumbuhan itu jauh lebih tinggi  dari  kuartal III yang sebesar 5,04 persen.

Apabila target pertumbuhan ekonomi itu tercapai pada penghujung 2025, maka arah pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berbalik dari perlambatan menuju percepatan. 

Baca Juga: Pengusaha Ngadu ke DPR, Purbaya Keukeuh Tutup Pintu Legalisasi Thrifting

“Kami memperkirakan pertumbuhan bisa mencapai 5,6–5,7 persen,” kata Purbaya dilansir Sabtu (29/11/2025). 

Kepercayaan diri pemerintah terkait prospek laju pertumbuhan ekonomi ini dilatarbelakangi berbagai hal salah satunya adalah pemulihan belanja pemerintah. 

Tak hanya itu penyaluran stimulus fiskal, serta membaiknya kondisi perbankan setelah adanya penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank Himbara juga menjadi alasan lainnya. 

Purbaya mengatakan, kebijakan mengguyur Bank Himbara  Rp200 triliun itu memang punya dampak besar. Gara-gara kebijakan itu  suku bunga kredit dan deposito langsung menurun  sehingga memberi ruang bagi sektor usaha untuk berkembang.

Selain faktor fiskal, ekspor tetap kuat sepanjang tahun, sementara investasi menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Purbaya menilai perbaikan tata kelola fiskal sejak pertengahan tahun telah menggerakkan kembali permintaan domestik.

 Belanja pemerintah yang sempat kontraksi pada dua kuartal pertama akhirnya tumbuh 5,49 persen pada kuartal III 2025 dan menjadi motor penggerak utama pemulihan.

Pemerintah juga menyalurkan berbagai insentif yang langsung dirasakan masyarakat, mulai dari diskon tarif transportasi hingga bantuan langsung tunai (BLT). Purbaya menilai rangkaian stimulus ini akan memperkuat konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun, yang biasanya menjadi faktor penentu pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Agenda Reformasi Bea Cukai: Dukungan DPR, Ancaman Pembekuan hingga Risiko PHK

“Kalau rentang ini tercapai, maka momentum pertumbuhan ekonomi kita sudah berbalik dari melambat ke arah lebih cepat. Kedua, full year ekonomi kita akan tumbuh sebesar 5,2 persen,” tandasnya.