Deretan Bisnis

Portofolio bisnis Harita Group kemudian berkembang pesat mencakup berbagai sektor strategis.

Di sektor perkebunan sawit, grup ini memiliki perusahaan Bumitama Agri Ltd yang mengelola ratusan ribu hektare perkebunan di Kalimantan dan Sumatera, menjadikannya salah satu pemain utama industri sawit nasional.

Di sektor pertambangan bauksit, grup menguasai mayoritas saham PT Cita Mineral Investindo Tbk.

Sementara itu, bisnis nikel terintegrasi dijalankan melalui PT Trimegah Bangun Persada Tbk atau Harita Nickel di Halmahera Selatan. Perusahaan ini sukses melakukan IPO pada 2023 dan menjadi salah satu penawaran saham terbesar tahun tersebut.

Grup ini juga dikenal sebagai pelopor pembangunan fasilitas smelter alumina pertama di Indonesia serta pemanfaatan teknologi HPAL yang memungkinkan pengolahan nikel bernilai tambah tinggi untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik global.

Kehidupan Pribadi dan Regenerasi Kepemimpinan

Lim Hariyanto menikah dengan Rita Indriawati dan memiliki 7 anak.

Dikutip dari Detik.com, dua di antaranya kini memegang peran penting dalam bisnis keluarga. Putranya, Lim Gunawan Hariyanto, menjabat sebagai CEO Bumitama Agri dan memimpin sejumlah unit usaha utama grup.

Sementara itu, putrinya, Christina Hariyanto Lim, menjabat Presiden Komisaris di Harita Kencana Sekuritas sekaligus memegang posisi strategis di perusahaan perkebunan grup.

Regenerasi ini menunjukkan kesinambungan kepemimpinan keluarga dalam mengelola kerajaan bisnis yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Kekayaan dan Posisi di Jajaran Orang Terkaya 2026

Kinerja bisnis yang konsisten membuat Lim Hariyanto masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia dan dunia.

Dikutip dari Katadata yang merujuk data Real Time Billionaires Forbes per Februari 2026, kekayaannya mencapai sekitar US$6,2 miliar atau lebih dari Rp100 triliun, menempatkannya kembali dalam jajaran 10 besar orang terkaya Indonesia versi Forbes.

Pada awal 2026, posisinya bahkan sempat melampaui pengusaha tambang Agoes Projosasmito, sementara di atasnya terdapat pengusaha pusat data Marina Budiman.

Sumber utama kekayaannya berasal dari bisnis sawit, bauksit, serta nikel terintegrasi yang kini menjadi komoditas strategis global.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Harita Group: dari Pertambangan hingga Sekuritas