Daud Joseph menjadi satu-satunya Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) dengan durasi kepemimpinan tersingkat.  Daud baru-baru ini membetot perhatian publik dengan keputusannya yang memilih melepas jabatan tersebut setelah tiga bulan diangkat menukangi PT Pos Indonesia. 

Daud ogah melanjutkan kepemimpinannya di perusahaan pelat merah tersebut setelah menyaksikan sendiri betapa bobroknya sistem tata kelola di tubuh perseroan. Ia terang-terangan menyatakan ketidaksanggupannya membenahi perusahaan itu. 

Baca Juga: Yang Ngomong Pak Mahfud! Ini Akibatnya Kalau Jokowi Mangkir dari Sidang Dokter Tifa

“PT Pos Indonesia menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan,” kata Corporate Secretary PT Pos Indonesia Iwan Gunawan mengonfirmasi pengunduran diri Daud dilansir Olenka.id Selasa (7/7/2025). 

Sepak Terjang Daud di Perusahan Swasta

Daud Joseph merupakan sosok profesional yang sudah malang melintang di berbagai instansi baik di perusahaan swasta maupun milik pemerintah. Namun namanya baru benar–benar diketahui publik setelah ikut membantu Pemprov DKI Jakarta. 

Daud masuk dalam jajaran direksi dan menjabat  Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta sejak April 2023. Maklum saja Daud adalah profesional di bidang transportasi dengan latar belakang pendidikan Teknik Metalurgi dari Universitas Indonesia serta Magister Manajemen dari Thunderbird School of Global Magister Manajemen dari Thunderbird School of Global Management.

Jauh sebelum memutuskan bergabung ke perusahaan milik pemerintah, Daud sudah sukses menapaki perjalanan karier yang  sukses di perusahaan swasta salah satunya di PT Astra International. Ia bergabung dengan perusahaan itu sejak 2002. 

Mendedikasikan diri selama bertahun-tahun di raksasa otomotif itu, Daud sukses mengukir pencapain karier gemilang dengan menduduki jabatan National Workshop Operation Head PT Astra International.

Meski demikian jabatan mentereng di PT Astra International tak membuatnya harus  bertahan lebih  lama di sana. 2014 ia memutuskan hengkang dan pindah ke Sinarmas Agribusiness and Food dengan jabatan senior manager of transportation. 

Sama seperti di perusahaan-perusahan besar yang pernah ia singgahi, karier Daud di Sinarmas Agribusiness and Food juga melesat mulus. 

 Banting Setir ke Perusahan Milik Negara

Puas dengan pencapaian-pencapaian menteri di perusahaan swasta, Daud banting setir ke perusahaan pelat merah. Lembaran baru perjalanan kariernya itu ia mulai pada 2016 ketika ditunjuk mengemban jabatan Direktur Operasional Transjakarta. Jabatan  Di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta itu ia lakoni selama tiga tahun. 

Ia sempat kembali ke perusahaan swasta dengan bergabung di perusahaan transportasi umum PT Steady Safe Tbk sebagai Presiden Komisaris, namun Daud memilih kembali ke Transjakarta setelah dua tahun.  

Baca Juga: Daripada Sibuk Blusukan, Jokowi Mending Hadiri Sidang Tudingan Ijazah Palsu

Daud kembali ke Transjakarta pada April 2023 dan duduk sebagai Direktur Operasional dan Keselamatan hingga Maret 2026. Selanjutnya ia ditarik untuk menukangi PT Pos Indonesia namun hanya bertahan tiga bulan setelah mengetahui sejumlah borok yang menggerogoti perusahaan pelat merah itu ia dengan terbuka menyatakan ketidaksanggupan mengurus PT Pos Indonesia.

Daud  merasa bahwa perseroan  lebih membutuhkan sosok dengan keahlian lebih spesifik untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.