Aktor Abimana Aryasatya kembali hadir di layar lebar lewat film Ghost in the Cell, karya sutradara Joko Anwar. Dalam film ini, ia memerankan Anggoro, seorang narapidana di Lapas Labuhan Angsana.

Karakter Anggoro digambarkan sebagai sosok yang mengayomi dan memiliki prinsip moral kuat, bahkan ketika berada dalam situasi yang penuh tekanan. Film ini juga turut menampilkan jajaran aktor papan atas seperti Aming, Lukman Sardi, hingga Morgan Oey.

Terlepas dari karakter film terbarunya, berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Kamis (16/4/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Abimana Aryasatya.

Baca Juga: Profil Aming dan Jejak Karier di Dunia Hiburan, dari Komedian hingga Bintang Film

Profil Abimana Aryasatya

Lebih dikenal dengan Abimana Aryasatya, sang aktor terlahir dengan nama Robertino Aguinaga. Ia lahir dari seorang ayah asal Spanyol, Roberto Candelas Aguinaga, dan ibu asli Indonesia bernama Ie Siu Khiauw pada 24 Oktober 1979. 

Usut punya usut, Abimana memutuskan untuk menjadi mualaf pada usia 13 tahun, dengan bimbingan penjaga masjid tempat ia sering singgah. 

Perihal kehidupan pribadinya, Abimana menikah di usia muda dengan Inong Ayu pada 2001. Saat itu, ia baru berusia 20 tahun, sementara sang istri berusia 19 tahun. Meski menikah di usia yang terbilang muda, rumah tangga mereka dikenal harmonis dan langgeng, bahkan menjelang usia pernikahan yang menginjak hampir 25 tahun. 

Dari pernikahan tersebut, keduanya saat ini telah dikaruniai lima orang anak, yakni Belva Ugraha, Satine Zaneta, Bima Bijak, Arsanadi Arka, dan Solenne yang lahir pada September 2024.

Perjalanan Karier

Abimana Aryasatya mulai dikenal publik lewat perannya dalam serial televisi Lupus Milenia pada 1999, saat itu ia masih menggunakan nama lahirnya, Robertino. Namun sebelum benar-benar menekuni dunia akting, ia sempat menjajal karier di musik sebagai vokalis band bernama S.O.G. Ia juga pernah terlibat di balik layar sebagai kru pencahayaan sebelum akhirnya fokus berkarier di depan kamera.

Kariernya di dunia sinetron terbilang cukup panjang. Ia sempat tampil dalam sejumlah judul seperti Melangkah di Atas Awan, Jinny Oh Jinny, hingga Jodoh Jejaka. Seiring waktu, Abimana mulai memperluas kiprahnya ke layar lebar.

Di dunia film, namanya semakin dikenal lewat berbagai peran kuat yang ia mainkan. Beberapa film yang melambungkan namanya antara lain Serigala Terakhir (2009), 99 Cahaya di Langit Eropa, Haji Backpacker, hingga Sabtu Bersama Bapak.

Abimana  juga sukses mencuri perhatian publik lewat perannya sebagai Dono dalam Warkop DKI Reborn, serta sebagai Sancaka dalam film superhero Gundala. Ia juga tampil dalam berbagai genre film lainnya seperti The Night Comes for UsSri Asih, hingga The Big 4.

Ia pun terus aktif di industri perfilman hingga kini, termasuk melalui keterlibatannya dalam film Ghost in the Cell yang baru saja tayangdi bioskop pada hari ini, 16 April 2026.

Baca Juga: Profil Ardit Erwandha, Aktor ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ yang Lagi Jadi Sorotan

Selain film dan sinetron, Abimana juga membintangi sejumlah serial web, seperti Serigala Terakhir, Marriage with Benefits, hingga Roman Dendam. Ia juga sempat tampil dalam beberapa judul FTV di awal kariernya, seperti Pliss Deh, Jangan Lebay dan Sepedas Cinta di Sebungkus Nasi Jinggo.

Abimana telah meraih berbagai penghargaan dan nominasi sepanjang kariernya di dunia perfilman. 

Sejak 2012, ia konsisten masuk dalam nominasi ajang bergengsi seperti Indonesian Movie Actors Awards, Festival Film Indonesia, hingga Piala Maya lewat sejumlah film, mulai dari Catatan (Harian) Si Boy, Belenggu, hingga Haji Backpacker.

Ia juga meraih penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik di Indonesian Box Office Movie Awards pada 2017 dan 2018 melalui Warkop DKI Reborn.

Tak hanya di layar lebar, Abimana turut menorehkan prestasi di serial digital. Ia memenangkan Best Leading Male Performance – Digital di Asian Television Awards 2021 lewat Serigala Terakhir. 

Terbaru, pada 2023, ia kembali meraih penghargaan Aktor Utama Terbaik di Festival Film Wartawan Indonesia serta menang di Festival Film Bandung untuk serial Marriage with Benefits.