Kiprah dan Prestasi

Selain berkarier di dunia korporasi, Benjie Yap juga tetap aktif mendukung dunia pendidikan.

Masih dikutip dari LinkedIn pribadinya, saat ini menjadi anggota Board of Advisors College of Engineering De La Salle University, almamaternya sendiri.

Kemudian, dikutip dari Tirto, Benjie Yap pun tercatat pernah menerima sejumlah penghargaan, antara lain IABC CEO Excel Award (2007) dan AGORA Outstanding Achievement Award for Marketing Management (2015). Ia juga tercatat sebagai anggota Globe Business Council sejak 2021.

Gaya Kepemimpinan Benjie Yap

Benjie Yap dikenal sebagai pemimpin yang menempatkan karyawan sebagai bagian penting dari organisasi.

Di lingkungan kerja, Benjie mendorong budaya kantor yang terbuka tanpa sekat dan membangun hubungan yang dekat dengan karyawan. Pendekatan tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan dan nilai kekeluargaan yang selaras dengan budaya kerja di Indonesia.

Benjie Yap juga dikenal sebagai pemimpin yang menggabungkan pendekatan teknis dengan strategi bisnis. Pengalamannya yang luas membuatnya memahami bisnis dari hulu ke hilir, mulai dari pengembangan produk hingga pemasaran.

Sementara itu, dikutip dari CNBC Indonesia, prinsip kepemimpinan Benjie Yap berlandaskan konsep Winning with Purpose, yaitu mengembangkan bisnis sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia mendorong transformasi produk Unilever menjadi merek-merek yang memiliki tujuan sosial yang lebih luas.

Sejak memimpin Unilever Indonesia, Benjie menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

"Saya optimis dan semangat untuk bekerja dengan tim di Unilever Indonesia yang luar biasa untuk bersama-sama mencapai kinerja lebih kuat yang didorong oleh pertumbuhan yang konsisten, menguntungkan, kompetitif, dan bertanggung jawab," ungkapnya, dikutip dari Tirto.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi Unilever dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Kinerja Unilever di Bawah Kepemimpinan Benjie Yap

Terbaru, di bawah kepemimpinan Benjie Yap, Unilever Indonesia menunjukkan kinerja yang membaik meskipun perusahaan masih menjalani proses transformasi bisnis.

Sepanjang tahun 2025, Unilever Indonesia mencatat penjualan bersih dari operasi yang masih berjalan sebesar Rp31,9 triliun dengan laba bersih mencapai Rp3,5 triliun.

Kinerja tersebut tidak lagi memasukkan kontribusi dari bisnis es krim dan merek teh Sariwangi yang telah dilepas sebelumnya. Penjualan bersih pun tumbuh 4,3% secara tahunan, sementara laba bersih meningkat 21,8%.

Benjie Yap mengayakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi transformasi yang dijalankan perusahaan.

“Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan,” tuturnya, dikutip dari Markereers.

Benjie memaparkan, transformasi yang dilakukan Unilever mencakup penajaman portofolio produk, peningkatan efisiensi biaya, serta penguatan distribusi melalui kanal tradisional dan digital.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatat margin laba sebelum pajak sebesar 14,1% dan arus kas bebas sebesar Rp4,9 triliun dengan posisi keuangan tetap kuat tanpa utang.

Sejumlah merek utama seperti Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso tetap menjadi penggerak utama bisnis dengan kontribusi sekitar 75% terhadap total penjualan.

Memasuki tahun 2026, manajemen memperkirakan kinerja kuartal pertama akan dipengaruhi oleh perubahan waktu Idul Fitri, namun dampaknya diperkirakan bersifat sementara.

“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” tutup Benjie Yap.

Baca Juga: Rekam Jejak Hendri Widiarta Sang Direktur Baru Unilever Indonesia