Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Penetapan tersebut juga menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

Ketiganya diduga melakukan penyadapan tanpa prosedur terhadap Presiden, pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM). Para tersangka dijerat dengan Pasal 258 serta Pasal 332 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kasus tersebut menjadi sorotan karena turut menyeret Ahrie Sonta yang saat ini menjabat sebagai Kadivkum Polri. Lantas, bagaimana profil dan perjalanan karier perwira tinggi Polri tersebut?

Profil Ahrie Sonta

Ahrie Sonta Nasution merupakan perwira tinggi Polri asal Bandung, Jawa Barat. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2002.

Namanya mulai dikenal luas setelah dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan kepolisian. Salah satunya adalah Sekretaris Pribadi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Listyo Sigit Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo, Begini Rekam Jejak Kariernya

Pada Oktober 2024, Ahrie terpilih menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto dari unsur Polri. Ia terpilih setelah mengikuti proses seleksi bersama enam kandidat lainnya.

Riwayat Pendidikan Ahrie Sonta

Ahrie Sonta merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2002. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia melanjutkan pendidikan kepolisian untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan kepemimpinannya.

Berikut riwayat pendidikan Ahrie Sonta:

  • Akademi Kepolisian (Akpol), lulus 2002.
  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), lulus 2009.
  • Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen), lulus 2016.
  • Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti), lulus 2024.

Selain menempuh pendidikan di dalam negeri, Ahrie juga mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan kepolisian di luar negeri. Di antaranya Politie Academy Apeldoorn di Belanda serta Joint Special Operation University di Tampa, Florida, Amerika Serikat.

Ahrie juga meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Kepolisian. Disertasinya mengangkat tema Reformasi Kultural Polri.

Baca Juga: Ujung-ujungnya Masuk Bui! Listyo Sigit 'Apes' Salah Pilih Lawan

Perjalanan Karier Ahrie Sonta di Polri

Sebelum menduduki jabatan di tingkat Mabes Polri, Ahrie Sonta telah menjalani penugasan di sejumlah wilayah dan satuan kepolisian.

Salah satu penugasannya adalah di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada 18 Februari 2021, Ahrie mendapat penugasan sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri di Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) Polri.

Pernah Menjadi Ajudan Presiden Prabowo Subianto

Pada Oktober 2024, Ahrie Sonta terpilih sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto dari unsur Polri.

Penunjukan tersebut dikonfirmasi oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 23 Oktober 2024. Ahrie terpilih setelah menjalani serangkaian tes bersama enam personel Polri lainnya.

Sebelum mendapat penugasan tersebut, Ahrie menjabat sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri. Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan tugasnya di lingkungan pimpinan Polri.

Jabatan Ahrie Sonta Sekarang

Ahrie Sonta kini menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi. Dalam posisi tersebut, ia mengemban tanggung jawab di bidang hukum di lingkungan Polri.

Pada 24 Oktober 2026, Ahrie menghadiri Majelis Semaan Al-Qur'an Mantab dan Dzikrul Ghofilin di Depok dalam kapasitasnya sebagai Kadivkum Polri.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya sinergi ulama dan umara. Ia juga menyampaikan komitmen Divkum Polri untuk memberikan penyuluhan dan pendampingan hukum kepada masyarakat.

Perjalanan Ahrie Sonta menunjukkan pengalamannya dalam berbagai penugasan kepolisian, mulai dari tingkat kewilayahan hingga jabatan strategis di Mabes Polri. Kini, ia mengemban tanggung jawab sebagai Kadivkum Polri.