Keberhasilan tindakan perdana ini sekaligus memperkuat layanan Brain & Neuro yang menjadi salah satu Center of Excellence Primaya Hospital dalam penanganan penyakit otak dan saraf.
Rumah sakit tersebut terus mengembangkan berbagai inovasi untuk menghadirkan layanan kesehatan dengan teknologi terkini yang dapat diakses masyarakat di dalam negeri.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan medis berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia.
"Keberhasilan melakukan tindakan SNM pertama di Indonesia menjadi bukti nyata pengembangan layanan Brain & Neuro sebagai salah satu Center of Excellence Primaya Hospital. Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap teknologi medis terkini tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri,” ungkap dr. Meizar.
“Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi yang didukung tenaga medis kompeten dan standar pelayanan terbaik agar semakin banyak pasien memperoleh kualitas hidup yang lebih baik," sambung dr. Meizar.
Manfaat teknologi ini turut dirasakan langsung oleh Ratna Ira Andriyanti (40), salah satu pasien pertama yang menjalani tindakan Sacral Neuromodulation di Primaya Hospital Bekasi Timur.
Ratna mengalami gangguan berkemih setelah mengalami kecelakaan dan telah menjalani berbagai pengobatan tanpa hasil karena penyebab utamanya berasal dari gangguan saraf.
"Sebelumnya saya selalu khawatir saat beraktivitas karena sulit menahan buang air kecil. Setelah menjalani tindakan SNM, kondisi saya jauh lebih baik. Kini saya bisa kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri dan merasa mendapatkan kembali kualitas hidup saya. Saya sangat terharu dan bersyukur," tutur Ratna.
Baca Juga: MitraClip Resmi Hadir di Primaya Hospital Kelapa Gading, Ini Keunggulannya bagi Pasien Jantung