Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hasil riset internasional yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan dan optimisme tertinggi di dunia. Temuan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Annual Meeting World Economic Forum 2026 di Davos. 

Prabowo mengaku terkejut dengan hasil survei yang dilakukan Harvard University bersama Gallup. Riset tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menjadi salah satu yang paling bahagia dan optimistis secara global.

“Beberapa hari lalu saya terkejut. Gallup dan Harvard University melakukan survei terhadap ratusan negara dan menemukan bahwa Indonesia, masyarakat Indonesia, adalah orang-orang yang paling bahagia. Negara berkembang dengan rakyat yang paling optimistis,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Pede! Dapur MBG Kalahkan McDonalds

Riset bertajuk Global Flourishing Study ini melibatkan lebih dari 203.000 responden di 22 negara. Penilaian dilakukan melalui sejumlah indikator, mulai dari kesehatan, kebahagiaan, dan makna hidup, hingga karakter, relasi sosial, ketahanan finansial, serta aspek spiritualitas.

Dalam studi yang juga bekerja sama dengan Center for Open Science tersebut, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat kesejahteraan menyeluruh atau flourishing tertinggi di dunia.

Indonesia menempati posisi pertama dengan skor 8,3, disusul Israel (7,87), Filipina (7,71), Meksiko (7,64), dan Polandia (7,55).

Sebaliknya, Amerika Serikat berada di peringkat ke-12, sementara Inggris menempati posisi ke-20 dari total 22 negara yang disurvei. Jepang tercatat sebagai negara dengan tingkat flourishing terendah, dengan skor 5,89, diikuti Turki (6,32), Inggris (6,79), India (6,87), dan Spanyol (6,9).

Baca Juga: Dari Ribuan Jadi 300, Prabowo Fix Bakal Kurangi Jumlah BUMN

Para peneliti menekankan bahwa temuan ini menegaskan pepatah lama bahwa uang bukanlah satu-satunya faktor penentu kebahagiaan. Kesejahteraan dinilai bersifat multidimensi dan tidak semata-mata bergantung pada kekayaan atau kesehatan fisik.

“Berkembang itu multidimensi, dan berbagai negara berkembang dengan cara yang berbeda,” tulis tim peneliti.

Mereka menambahkan, banyak negara maju mencatat skor tinggi dalam keamanan finansial, namun relatif rendah dalam aspek makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial.

Hasil riset menunjukkan Indonesia unggul dalam aspek hubungan sosial dan karakter pro-sosial, dua faktor yang dinilai krusial dalam membangun keterhubungan dan komunitas yang kuat. Meski bukan negara terkaya, kekuatan sosial tersebut mendorong tingginya tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Apa Itu Prabowonomic?

Temuan yang dimuat dalam jurnal Nature Mental Health itu juga mencatat bahwa tingkat kesejahteraan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

Studi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa negara berpenghasilan rendah hingga menengah, seperti Indonesia, mampu menunjukkan performa tinggi dalam indikator kesejahteraan menyeluruh, melampaui banyak negara maju.