Presiden Prabowo Subianto mengabarkan jika dirinya akan mengurangi jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi 300 perusahaan dari saat ini sekitar 1.000 perusahaan plat merah.

Adapun hal tersebut dikatakan Kepala Negara saat dirinya berpidato di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1), seperti disaksikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Tutup Rangkaian Pembinaan UMKM Selama 2025, PERURI Gelar Festival UMKM di Rumah BUMN Karawang

Baca Juga: Keponakan Presiden Masuk Bursa Deputi BI Bukan Usulan Prabowo?

"Danantara kini mengelola 1.044 badan usaha milik negara. Kami akan menurunkannya menjadi sekitar maksimal 300. Kami akan merasionalisasi. Kami akan menyingkirkan inefisiensi," terangnya.

Kepala Negara mengatakan Danantara yang mengelola aset mencapai USD 1 Triliun dirancang untuk menggerakkan masa depan ekonomi nasional.

Karena itu, Danantara yang saat ini menaungi ribuan BUMN akan ditugaskan untuk mengurangi jumlah perusahaan plat merah. Terlebih, saat ini kehadiran sovereign wealth fund tersebut, menurut Prabowo, mengubah cara dunia memandang Indonesia.

"Indonesia kini semakin menjadi tanah peluang. Sekali lagi, saya sebutkan bahwa saya yakin pertumbuhan kami, pertumbuhan ekonomi kami akan secara signifikan mengejutkan banyak pihak di dunia," tambahnya.

Selain itu, Prabowo juga menekankan jika Danantara dibangun untuk menjadi kendaraan investasi bersama sekaligus mempercepat agenda industrialisasi nasional.

"Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda. Danantara didirikan untuk membiayai dan membiayai bersama industri-industri masa depan," tuturnya.

Tak lupa Prabowo juga menyampaikan jika Danatara dibangun dengan pengawasan yang ketar agar mampu bersaing di level internasional.

"Itulah sebabnya kami membangun Danantara dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab kelembagaan, dan kami berusaha menemukan para eksekutif terbaik untuk mengarahkan kepemimpinan Danantara," tukas Prabowo.