Presiden Prabowo Subianto mengklaim jika penyaluran program andalan pemerintahannya, yakni makan bergizi gratis (MBG) jauh melampaui restoran makanan cepat saji global, McDonald’s.
Hal tersebut dikatakan Kepala Negara dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF), Kamis (22/1/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengatakan jika Indonesia memulai program makanan bergizi gratis ini diperuntukan untuk ibu hamil, bayi, dan anak-anak Indonesia.
Baca Juga: PSI Makin Takabur! Gibran Tengah Digodok untuk Lawan Prabowo di 2029
Baca Juga: Dari Ribuan Jadi 300, Prabowo Fix Bakal Kurangi Jumlah BUMN
Baca Juga: Rupiah Lemah Gegara Pencalonan Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI?
"Pada hari pertama, kami memulai dengan 190 dapur yang melayani 570.000 anak per hari. Sekarang, dalam satu tahun kami berhasil membangun 21.002 dapur yang melayani secara nasional. Malam lalu, kami berhasil memproduksi 59,8 juta makanan untuk 59,8 juta anak dan ibu mengandung," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengklaim jika program MBG diberikan setiap hari dan ke depan akan melampaui McDonald’s. "Sebagai konteks, McDonald’s menyajikan 68 juta makanan per hari," katanya.
Sambungnya, "Kami memulai pada Januari tahun lalu. Tahun ini kami menargetkan untuk memberikan 62,8 juta makanan per hari kepada seluruh anak Indonesia, sejak dari dalam kandungan hingga usia 18 tahun, agar mendapatkan manfaat dari program ini," tambah Prabowo.
Kemudian, ia mengatakan untuk ibu-ibu dan lansia pemerintah akan mengirim makanan langsung ke rumah mereka.
"Sebagai perbandingan, saya kira McDonald’s membuka dapur pertama mereka pada 1940. Untuk mencapai 68 juta makanan per hari, mereka membutuhkan waktu sekitar 50 tahun," ujar Prabowo.
“Kami akan mencapai 62,9 juta makanan per hari pada akhir Desember 2026, tetapi masyarakat kami mengatakan sebelum Desember pun bisa. Kami berharap dapat mencapai target tersebut,” tukasnya.