Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad mengatakan harapan Prabowo Subianto untuk melanjutkan kekuasaannya satu periode lagi bakal kandas jika Pilpres digelar hari ini, dia mengatakan, untuk saat ini mayoritas masyarakat ogah memilih Prabowo kembali karena berbagai alasan.
Dia mengatakan, saat ini masyarakat dihadapkan pada berbagai si situasi sulit, itu menjadi salah satu alasan mereka ogah mempercayakan Prabowo untuk memimpin bangsa ini dua periode.
Berbagai situasi sulit masyarakat sekarang ini terkonfirmasi dari sejumlah aksi unjuk rasa yang digelar belakangan ini untuk memprotes berbagai kebijakan pemerintah. Parahnya lagi, upaya sejumlah upaya protes itu berakhir dengan laporan polisi, banyak yang ditangkap dan diadili dengan berbagai dalih yang tak yang masuk akal.
Baca Juga: Sekelas Prabowo Saja Keteteran Urus Negara, Emang Kalian Nggak Malu Caperkan Gibran di 2029?
“Untuk menyampaikan protes terhadap pemerintahan melalui demonstrasi atau pernyataan sikap dan seterusnya, bahkan meminta pemerintah untuk turun itu adalah bagian dari hak warga negara di dalam negara demokratis. Itu adalah sesuatu yang sangat lumrah. Menjadi sangat aneh semisal hal-hal seperti dilaporkan atau dipolisikan dan seterusnya,” kata Saidiman diansir Olenka.id Jumat (18/9/2026).
Tindakan negara yang merespons protes masyarakat secara berlebihan ini juga menjadi alasan lain bagi masyarakat untuk kembali memilih Prabowo. Pada sisi lain tingkat kepuasan serta kepercayaan masyarakat pada kepemimpinan Prabowo juga terus tergerus yang membuatnya semakin sukar memenangkan Pemilu untuk melanjutkan kepemimpinannya.
“Kalau sekarang pemerintah merasa terkejut menghadapi legitimasi publik yang semakin turun. Saya pikir permasalahannya yang seperti ini bahwa sedikit-sedikit orang yang menyampaikan kritik ke pemerintah lalu dipolisikan itu bisa membuat publik kita antipati terhadap pemerintahan ini,” jelasnya.
“Masyarakat tidak puas dan bahkan hari ini, jika pemilu diadakan lagi, Presiden Prabowo Subianto tidak akan terpilih lagi sebagai presiden,” tambahnya.
Saidiman mengatakan, Prabowo seharusnya menyadari bahwa saat ini masyarakat semakin kritis dimana sikap kritis itu tidak bisa respons dengan tindakan represif. Jika itu terus dibiarkan, maka tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo dipastikan terus tergerus.
“Dan di dalam banyak sekali studi yang kami lakukan soal bagaimana mereka merespons kebebasan berbicara, berserikat, berkumpul, mengkritik pemerintah, mayoritas publik itu mengungkap ini adalah sesuatu yang penting,” ujarnya.
“Kalau misalnya hal ini coba dikurangi dengan melaporkan ke polisi untuk orang yang bersuara berbeda, mengkritik negara di tengah situasi tidak ada Partai Politik yang oposisi ini, bagi yang membuat masyarakat semakin muak dan antipati terhadap pemerintahan ini dan ditemukan di dalam lembaga survey yang kridibel. Tidak hanya satu, banyak sekali yang menemukan bahwa rakyat semakin kritis,” tambahnya memungkasi.